Musim hujan sering kali membawa perubahan yang tidak hanya terasa pada cuaca, tetapi juga pada kondisi tubuh. Di tengah udara lembap dan aktivitas yang tetap berjalan padat, gangguan pencernaan muncul lebih sering dan datang tanpa banyak tanda awal.
Rasa mual, muntah, atau diare yang muncul mendadak kerap dianggap sepele. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan infeksi saluran cerna musiman seperti norovirus.
Norovirus adalah virus yang menyerang sistem pencernaan dan menjadi salah satu penyebab utama gastroenteritis akut. Virus ini dikenal sangat mudah menular dan sering meningkat saat musim hujan atau cuaca dingin.
Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba, mulai dari mual, muntah, diare, hingga kram perut dan rasa lemas yang cukup mengganggu aktivitas harian.
Perubahan suhu dan kelembapan memengaruhi daya tahan tubuh. Di saat yang sama, pola makan yang tidak teratur, kurang istirahat, serta paparan lingkungan yang kurang higienis membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
Norovirus dapat menyebar melalui makanan, minuman, atau sentuhan pada permukaan yang terkontaminasi. Saat tubuh berada dalam kondisi lelah, virus ini lebih mudah berkembang.
Meski sering berlangsung singkat, gangguan pencernaan akibat norovirus dapat menguras cairan dan energi tubuh dengan cepat. Fokus menurun, tubuh terasa berat, dan aktivitas sederhana menjadi terasa lebih melelahkan.
Banyak orang memilih tetap beraktivitas seperti biasa, padahal tubuh sedang membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan kembali sistemnya.
Pemulihan dari norovirus tidak membutuhkan langkah ekstrem. Tubuh justru merespons lebih baik saat diberi ruang untuk pulih secara bertahap dan alami.
Di Millway, kami percaya bahwa pemulihan adalah proses yang membutuhkan kesadaran, bukan kecepatan. Dengan merawat tubuh secara konsisten dan mendengarkan sinyalnya, keseimbangan dapat terjaga dari dalam, bahkan di tengah musim yang tidak menentu.