Download App
Home
Information

Vouchers & Discounts

Events and Activities

Knowledge Hub

About Us

About Millway

Benefits of Becoming a Member

FAQ

Contact Us

Privacy Policy

Doctor's Assistance

Doctor's Appointment

Ask a Doctor

Products
Villa & Apt.
Ticket
Partners
Akun Ku
Login
Register
Healthy Life Style

Cara Adaptasi Jam Makan Sebelum Ramadan Tanpa Drama Dan Tanpa Diet Ekstrem

Written By Millway Wellness Team • 04 Feb 2026 (Rabu.)

Menjelang Ramadan, banyak orang merasa kaget di hari-hari awal puasa. Tubuh terasa cepat lapar, gampang lemes, ngantuk seharian, atau malah kalap saat berbuka. Padahal, sering kali masalahnya sederhana: jam makan kita belum siap bergeser.

Kabar baiknya, kamu nggak perlu diet ekstrem atau aturan ribet. Yang dibutuhkan justru strategi adaptasi yang pelan tapi konsisten, supaya tubuh bisa menyesuaikan diri dengan ritme baru tanpa terasa berat.


Kenapa Adaptasi Jam Makan Itu Penting?

Saat Ramadan, pola makan berubah cukup drastis. Dari yang sebelumnya 3–4 kali sehari, kini asupan makanan lebih terkonsentrasi di pagi dan malam. Waktu jeda makan menjadi lebih panjang, dan jam tidur pun ikut bergeser.

Perubahan ini membuat tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Tanpa persiapan, ritme baru bisa terasa mengejutkan.


Apa yang Terjadi Kalau Tubuh Belum Siap?
  • Rasa lapar datang lebih cepat karena tubuh masih terbiasa dengan pola makan sebelumnya.
  • Energi turun mendadak akibat pilihan makanan yang kurang tepat.
  • Tidur jadi kurang nyenyak karena makan besar terlalu dekat dengan jam tidur.

Prinsip Utama: Geser Pelan, Bukan Banting Setir

Adaptasi jam makan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tujuannya bukan memaksa tubuh berubah cepat, tapi memberi ruang agar ritme baru terasa lebih natural.

  • Jam makan menjadi lebih rapi dan teratur.
  • Kualitas dan porsi makan terasa lebih stabil.
  • Tubuh lebih siap menghadapi jeda makan yang lebih panjang.

Penutup

Adaptasi jam makan sebelum Ramadan itu seperti pemanasan sebelum olahraga. Transisi yang halus membantu energi tetap stabil, sehingga kamu tidak merasa kaget di hari-hari pertama puasa dan bisa menjalani Ramadan dengan lebih nyaman.

Read other

Shopping Cart