Belakangan ini, media sosial dan platform berita dipenuhi berbagai informasi tentang krisis, ketidakpastian, demonstrasi, konflik, hingga isu sosial yang terus berkembang. Dalam hitungan menit, kita bisa melihat puluhan video, opini, analisis, dan kabar terbaru dari berbagai sudut pandang.
Tetap mengikuti perkembangan informasi memang penting. Namun tanpa disadari, terlalu banyak terpapar berita yang intens juga bisa membuat pikiran terasa lelah, cemas, bahkan sulit beristirahat meski tubuh sedang tidak melakukan aktivitas berat.
Otak manusia secara alami dirancang untuk memperhatikan hal-hal yang dianggap penting atau berpotensi mengancam. Karena itu, berita tentang krisis, konflik, atau ketidakpastian sering kali lebih mudah menarik perhatian dibanding kabar positif.
Saat terus menerima informasi yang memicu emosi, otak akan tetap berada dalam kondisi siaga. Akibatnya, energi mental terkuras meskipun kita hanya duduk dan scrolling dari layar ponsel.
Dalam dunia digital, ada istilah yang disebut doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus mengonsumsi berita atau informasi negatif meskipun sebenarnya membuat kita semakin stres.
Biasanya dimulai dari rasa ingin tahu. Namun tanpa sadar, satu berita bisa berlanjut ke puluhan berita lainnya hingga akhirnya membuat pikiran sulit mendapatkan jeda.
Tentu boleh. Menjadi individu yang peduli dan mengikuti perkembangan situasi adalah hal yang baik. Namun, penting juga untuk menyadari batas kemampuan mental dalam menerima informasi.
Kita tidak harus mengetahui setiap pembaruan setiap menit untuk tetap menjadi orang yang sadar terhadap apa yang sedang terjadi.
Di era digital, informasi datang lebih cepat dari sebelumnya. Namun kemampuan manusia untuk memproses emosi dan stres tetap memiliki batas. Karena itu, menjaga kesehatan mental bukan berarti mengabaikan realitas, melainkan memberi diri ruang untuk tetap tenang di tengah banyaknya informasi.
Menjadi update terhadap keadaan sekitar memang penting. Tetapi kesehatan mental juga layak mendapat perhatian yang sama. Kadang, bentuk self-care yang paling sederhana bukan menambah informasi baru, melainkan memberi pikiran kesempatan untuk beristirahat sejenak dari semua yang sedang terjadi.