Download App
Home
Information

Vouchers & Discounts

Events and Activities

Knowledge Hub

About Us

About Millway

Benefits of Becoming a Member

FAQ

Contact Us

Privacy Policy

Doctor's Assistance

Doctor's Appointment

Ask a Doctor

Products
Villa & Apt.
Ticket
Partners
Akun Ku
Login
Register
Perawatan KulitKebersihan Wajah

Cuci Muka Pakai Air Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Kulit?

Written By Millway Wellness Team • 24 Jul 2026 (Jumat.)

Sebagian orang memilih mencuci wajah dengan air dingin agar kulit terasa lebih segar, sementara yang lain lebih nyaman menggunakan air hangat karena dianggap lebih efektif membersihkan minyak dan kotoran.

Namun, suhu air yang digunakan ternyata dapat memengaruhi kondisi kulit. Air yang terlalu panas maupun terlalu dingin berisiko membuat kulit kering, iritasi, dan mengganggu lapisan pelindung alami kulit.

Untuk penggunaan sehari-hari, para ahli lebih menyarankan air suam-suam kuku karena cukup nyaman untuk membersihkan wajah tanpa memberikan tekanan berlebihan pada kulit.

Air Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Baik?

American Academy of Dermatology merekomendasikan air suam-suam kuku saat mencuci wajah. Suhu ini membantu membersihkan kulit dengan lebih nyaman tanpa meningkatkan risiko iritasi seperti air yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Air dingin memang dapat memberikan sensasi menyegarkan, tetapi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk membersihkan wajah secara rutin. Sebaliknya, air panas juga tidak membuat wajah lebih bersih dan justru dapat merusak lapisan pelindung kulit.

Apakah Air Dingin Punya Manfaat untuk Kulit?

Air dingin dapat membantu meningkatkan aliran darah sementara pada area wajah. Efek ini dapat membuat kulit terlihat lebih segar dan memberi kesan glowing sesaat.

Selain itu, air dingin juga dapat membantu meredakan pembengkakan dan peradangan ringan, termasuk kemerahan yang berkaitan dengan jerawat.

Ada pula bukti terbatas yang menunjukkan bahwa air dingin dapat mengurangi produksi minyak pada wajah. Namun, manfaat ini belum cukup kuat untuk menjadikan air dingin sebagai metode utama perawatan kulit berjerawat.

Jika ingin menggunakan air dingin, sebaiknya lakukan setelah proses membersihkan wajah selesai, bukan sebagai pengganti air suam-suam kuku.

Mengapa Air Terlalu Dingin Tidak Selalu Baik?

Air yang terlalu dingin dapat membuat minyak, kotoran, dan sisa produk lebih sulit dibersihkan. Akibatnya, cleanser mungkin tidak bekerja secara optimal dan residu dapat tertinggal di permukaan kulit.

Pada kulit sensitif, suhu yang sangat dingin juga dapat memicu rasa tidak nyaman, kering, atau iritasi. Paparan air yang hampir sedingin es dalam waktu lama bahkan dapat mengganggu lapisan pelindung kulit.

Bagaimana dengan Air Panas?

Air panas hampir tidak memberikan manfaat untuk membersihkan wajah. Suhu tinggi justru dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit untuk menjaga kelembapan.

Jika digunakan terlalu sering, air panas dapat membuat kulit terasa kering, tertarik, lebih sensitif, dan mudah mengalami iritasi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa suhu tinggi dapat memengaruhi sel di sekitar pori-pori, sehingga minyak atau sebum lebih sulit keluar. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pori-pori tersumbat dan memicu munculnya jerawat.

Dalam jangka panjang, paparan suhu panas berlebihan juga dapat mempercepat kerusakan kulit dan meningkatkan munculnya tanda penuaan seperti garis halus.

Apakah Air Panas Bisa Membuka Pori-Pori?

Anggapan bahwa air panas dapat membuka pori-pori sebenarnya kurang tepat. Pori-pori tidak memiliki otot yang dapat membuka dan menutup seperti pintu.

Air hangat memang dapat membantu melunakkan minyak dan kotoran di permukaan kulit, tetapi tidak berarti pori-pori benar-benar terbuka. Karena itu, tidak perlu menggunakan air panas untuk mendapatkan wajah yang lebih bersih.

Cara Mencuci Wajah yang Tepat

Selain suhu air, cara mencuci wajah juga sangat menentukan kesehatan kulit. Teknik yang terlalu kasar dapat memicu iritasi, jerawat, dan kerusakan skin barrier.

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh wajah.
  • Basahi wajah menggunakan air suam-suam kuku.
  • Gunakan cleanser yang sesuai dengan jenis kulit.
  • Aplikasikan produk secukupnya, lalu pijat lembut menggunakan ujung jari.
  • Fokus pada area yang lebih berminyak, seperti dahi dan hidung.
  • Hindari menggosok wajah menggunakan spons kasar atau washcloth.
  • Bilas hingga tidak ada sisa cleanser yang tertinggal.
  • Keringkan dengan menepuk wajah menggunakan handuk bersih.
  • Gunakan pelembap saat kulit masih sedikit lembap.
Seberapa Sering Wajah Perlu Dicuci?

Untuk sebagian besar orang, mencuci wajah dua kali sehari sudah cukup, yaitu pada pagi dan malam hari.

Wajah juga perlu dibersihkan setelah berkeringat banyak, misalnya setelah olahraga. Keringat yang bercampur dengan minyak, debu, dan sisa produk dapat memicu iritasi jika dibiarkan terlalu lama.

Namun, terlalu sering mencuci wajah juga tidak disarankan karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuat skin barrier terganggu.

Sesuaikan dengan Kondisi Kulit

Setiap jenis kulit dapat memberikan respons yang berbeda terhadap suhu air dan produk pembersih.

Pemilik kulit kering dan sensitif sebaiknya menghindari air panas dan cleanser yang terlalu kuat. Sementara itu, pemilik kulit berminyak tetap tidak perlu mencuci wajah terlalu sering karena hal tersebut dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak sebagai bentuk kompensasi.

Jika kulit terasa perih, sangat kering, mengelupas, atau terus mengalami breakout, pertimbangkan untuk mengganti produk dan berkonsultasi dengan dokter kulit.

Air Suam-Suam Kuku Tetap Pilihan Terbaik

Air dingin dapat digunakan sesekali untuk memberikan sensasi segar atau membantu mengurangi bengkak. Namun, air suam-suam kuku tetap menjadi pilihan paling aman dan efektif untuk rutinitas mencuci wajah sehari-hari.

Daripada berfokus pada suhu ekstrem, lebih penting menjaga teknik membersihkan wajah tetap lembut, menggunakan produk sesuai jenis kulit, dan rutin memakai pelembap.

Bagi Millway, merawat kulit dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan tepat. Gunakan air dengan suhu nyaman, bersihkan wajah tanpa menggosok berlebihan, dan jaga kelembapan kulit untuk mendukung kesehatannya dalam perjalanan Unlock Your Best Life.

Sumber: Sherri Gordon. Hot vs. Cold Water: Which Is Better for Your Skin Health?. Health, diperbarui 5 Desember 2025; American Academy of Dermatology.

Read other

Shopping Cart