Download App
Home
Information

Vouchers & Discounts

Events and Activities

Knowledge Hub

About Us

About Millway

Benefits of Becoming a Member

FAQ

Contact Us

Privacy Policy

Doctor's Assistance

Doctor's Appointment

Ask a Doctor

Products
Villa & Apt.
Ticket
Partners
Akun Ku
Login
Register
Stress Relief

Telinga Terasa Tersumbat? Ini 5 Penyebab yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Write by Millway Wellness Team • 14 Aug 2026 (Friday.)

Telinga terasa penuh, seperti tertutup, atau suara terdengar lebih kecil dari biasanya? Kondisi ini cukup umum dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penumpukan kotoran telinga hingga perubahan tekanan saat naik pesawat.

Sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan sederhana. Namun, jika rasa tersumbat menetap, disertai nyeri, pusing, atau gangguan pendengaran, sebaiknya jangan diabaikan.

1. Alergi

Alergi terhadap serbuk sari, debu, atau pemicu lain dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung.

Tuba eustachius membantu mengatur tekanan di telinga tengah. Ketika saluran ini membengkak, cairan dan tekanan dapat terperangkap sehingga telinga terasa penuh atau tersumbat.

“Pembengkakan pada tuba eustachius dapat menghambat drainase cairan dari telinga tengah dan menimbulkan sensasi penuh atau tekanan,” seperti dijelaskan dalam artikel Health, dikutip pada Jumat (14 Agustus 2026).

2. Perubahan Ketinggian

Telinga tersumbat juga sering terjadi saat naik atau turun pesawat, menyelam, atau berkendara ke daerah pegunungan. Perubahan ketinggian membuat tekanan udara berubah dengan cepat.

Jika tuba eustachius tidak mampu menyeimbangkan tekanan dengan cepat, telinga bisa terasa tertutup, berdengung, atau sakit untuk sementara.

Jika kondisi ini disertai nyeri hebat, penurunan pendengaran, atau pusing, bisa jadi terjadi ear barotrauma atau cedera telinga akibat perubahan tekanan.

3. Penumpukan Kotoran atau Cairan

Kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting untuk melindungi liang telinga dari debu dan kotoran. Namun, jika menumpuk terlalu banyak atau mengeras, kotoran dapat menyumbat saluran telinga dan membuat suara terdengar lebih samar.

Menggunakan cotton bud terlalu dalam justru dapat mendorong kotoran semakin masuk dan memperparah sumbatan.

Karena itu, hindari memasukkan benda ke dalam telinga untuk membersihkan kotoran secara paksa.

4. Gangguan Tuba Eustachius

Eustachian tube dysfunction atau ETD terjadi ketika tuba eustachius tidak dapat membuka dan menutup dengan baik.

Kondisi ini sering dipicu oleh alergi, infeksi saluran napas, atau peradangan yang menyebabkan penumpukan cairan dan lendir.

Gejalanya dapat berupa:

  • Telinga terasa penuh atau tersumbat.
  • Suara terdengar teredam.
  • Terdengar bunyi klik atau letupan di dalam telinga.
  • Nyeri atau tekanan pada telinga.

ETD sering kali membaik dengan sendirinya, tetapi keluhan yang menetap tetap perlu diperiksa.

5. Swimmer’s Ear

Swimmer’s ear atau otitis eksterna merupakan infeksi pada saluran telinga bagian luar. Kondisi ini sering terjadi ketika air tertinggal di dalam telinga setelah berenang.

Lingkungan yang lembap membuat bakteri atau jamur lebih mudah berkembang.

Selain rasa tersumbat, gejalanya dapat meliputi gatal, nyeri, bengkak, kemerahan, hingga keluar cairan dari telinga.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Jika keluhan masih ringan, beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi rasa penuh di telinga:

  • Mengunyah permen karet: membantu membuka tuba eustachius dan menyeimbangkan tekanan.
  • Menelan atau menguap: dapat membantu mengurangi tekanan saat perubahan ketinggian.
  • Kompres hangat: dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan mendukung keluarnya cairan.
  • Menghirup uap secara hati-hati: dapat membantu mengurangi sumbatan hidung, tetapi hindari uap yang terlalu panas agar tidak menyebabkan luka bakar.
Bolehkah “Memencet” Telinga agar Terbuka?

Salah satu cara yang sering digunakan adalah manuver Valsalva, yaitu menutup hidung lalu meniup perlahan dengan mulut tertutup.

Cara ini dapat membantu menyamakan tekanan di telinga tengah, terutama setelah naik pesawat atau perubahan ketinggian.

Namun, jangan meniup terlalu kuat karena dapat melukai gendang telinga.

Alternatif lain adalah manuver Toynbee, yaitu menutup hidung lalu menelan. Gerakan ini juga dapat membantu membuka tuba eustachius dan menyeimbangkan tekanan.

Bagaimana dengan Obat?

Jika sumbatan berkaitan dengan alergi atau hidung tersumbat, tenaga kesehatan mungkin menyarankan obat dekongestan atau obat antiinflamasi tertentu.

Namun, penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Jika penyebabnya adalah kotoran telinga yang mengeras, dokter dapat membersihkannya dengan metode yang lebih aman daripada mencoba mengoreknya sendiri di rumah.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sebaiknya temui tenaga kesehatan jika telinga terasa tersumbat selama beberapa hari atau tidak membaik setelah mencoba cara sederhana.

Segera periksa jika keluhan disertai:

  • Nyeri telinga yang berat.
  • Gangguan pendengaran yang muncul tiba-tiba.
  • Pusing atau kehilangan keseimbangan.
  • Keluar cairan, darah, atau nanah dari telinga.
  • Demam.
  • Keluhan yang semakin memburuk.
Jangan Asal Mengorek Telinga

Telinga tersumbat tidak selalu berarti ada kotoran yang harus dikeluarkan. Penyebabnya bisa berasal dari alergi, perubahan tekanan, infeksi, atau gangguan pada tuba eustachius.

Mengorek telinga terlalu dalam justru dapat mendorong kotoran semakin masuk, mengiritasi saluran telinga, atau bahkan melukai gendang telinga.

Sobat Millway, kenali penyebab telinga terasa tersumbat sebelum mencoba menanganinya. Dengarkan sinyal tubuh dan cari bantuan medis jika keluhan tidak membaik untuk mendukung perjalanan Unlock Your Best Life.

Sumber: Katie Murphy, RN, MSN, PHN. Why Do My Ears Feel Clogged?. Health, diperbarui 12 Oktober 2025.

Read Also

Shopping Cart