Unduh App
Beranda
Informasi

Voucher & Diskon

Acara & Kegiatan

Knowledge Hub

Tentang Kami

Tentang Millway

Manfaat Menjadi Member

Tanya Jawab

Hubungi Kami

Kebijakan Privasi

Bantuan Dokter

Janji Temu Dokter

Tanya Dokter

Produk
Vila & Apt.
Tiket
Mitra
Akun Ku
Masuk
Daftar
PuasaHidrasiKesehatan PencernaanKebiasaan Berbuka

Langsung Minum Air Dingin Saat Berbuka, Aman Nggak ya?

Ditulis oleh Millway Wellness Team • 05 Mar 2026 (Kamis.)

Air dingin saat berbuka memang terasa paling “lega”. Setelah seharian puasa, sensasi segarnya cepat sekali menenangkan. Tapi sebagian orang justru mengalami hal sebaliknya: perut terasa kaget, kembung, bahkan muncul rasa tidak nyaman di ulu hati. Dari situ muncul pertanyaan yang wajar: sebenarnya aman nggak sih langsung minum air dingin saat berbuka?

Di Millway, jawabannya tidak hitam-putih. Untuk banyak orang, air dingin saat berbuka itu aman. Tapi untuk sebagian lainnya terutama yang pencernaannya sensitif, suhu minuman bisa memengaruhi kenyamanan tubuh. Yang paling penting bukan sekadar “boleh atau tidak”, melainkan bagaimana cara tubuh kamu merespons dan bagaimana kamu mengatur urutannya.


Apa yang Terjadi di Tubuh Saat Berbuka

Setelah puasa, tubuh berada dalam kondisi “lebih sensitif” terhadap apa pun yang masuk pertama kali. Lambung kosong, sistem pencernaan bersiap bekerja lagi, dan tubuh mulai mengalihkan energi untuk proses cerna. Ini bukan kondisi yang rapuh, hanya lebih peka.

Karena itu, apapun yang masuk pertama termasuk suhu minuman bisa terasa lebih jelas efeknya. Pada sebagian orang, minuman dingin memberi sensasi segar tanpa masalah. Pada sebagian lain, bisa memicu kram ringan, perut terasa penuh, atau rasa tidak nyaman sementara.


Jadi Aman Nggak Minum Air Dingin Saat Berbuka

Secara umum, minum air dingin saat berbuka aman untuk kebanyakan orang, selama diminum perlahan dan tidak berlebihan. Air tetap air dan hidrasi tetap prioritas. Namun, “aman” tidak selalu berarti “paling nyaman”.

Kalau kamu punya maag, GERD, atau pencernaan yang mudah kembung, air yang terlalu dingin bisa terasa memicu kontraksi atau sensasi kaget di lambung. Bukan berarti berbahaya, tapi bisa mengganggu momen berbuka yang seharusnya membuat tubuh lebih tenang.


Tanda Kamu Mungkin Kurang Cocok Minum Dingin Saat Berbuka

Respons tubuh biasanya cukup jujur. Kalau beberapa hal ini sering muncul setiap kali berbuka dengan minuman dingin, kemungkinan tubuh kamu lebih nyaman dengan suhu yang lebih netral.

  • Perut terasa kram atau “mules” ringan setelah minum pertama.
  • Kembung atau begah datang lebih cepat.
  • Ulu hati terasa tidak nyaman atau asam seperti naik.
  • Batuk atau tenggorokan terasa tidak enak setelah minum dingin.
  • Badan terasa “kaget” dan butuh waktu untuk stabil.

Kenapa Banyak Orang Menyarankan Air Suhu Ruang atau Hangat

Bukan karena air dingin “buruk”, tapi karena air suhu ruang atau hangat cenderung lebih ramah untuk lambung yang baru mulai bekerja lagi. Suhu netral membuat transisinya lebih halus terutama kalau kamu berbuka dengan cepat, kondisi tubuh sedang lelah, atau pencernaan sedang sensitif.

Kalau tujuanmu berbuka yang nyaman, pilihan paling aman secara sensasi biasanya adalah air suhu ruang. Dari situ, kamu tetap bisa minum minuman dingin setelah tubuh sudah “nyala” dan lambung tidak terlalu kosong.


Cara Minum yang Lebih Aman dan Nyaman Versi Millway

Kalau kamu suka minuman dingin, kamu tidak harus menghapusnya. Coba rapikan urutannya dan cara minumnya. Biasanya itu sudah cukup mengurangi rasa tidak nyaman.

  • Mulai dari 3–5 teguk air suhu ruang dulu, baru lanjut minuman lain sesuai preferensi.
  • Minum pelan, jangan sekaligus banyak. Lambung lebih nyaman menerima bertahap.
  • Hindari es berlebihan di minuman pertama, terutama kalau kamu punya maag/GERD.
  • Kalau ingin tetap dingin, pilih “sejuk” daripada “es banget”.
  • Perhatikan makanan pembuka, karena gorengan dan makanan pedas di awal lebih sering memicu masalah daripada suhu airnya sendiri.

Kapan Sebaiknya Lebih Hati-Hati

Kalau kamu sedang mengalami keluhan lambung yang cukup aktif, lebih baik prioritaskan kenyamanan dulu. Ini bukan soal pantang, tapi soal menjaga transisi berbuka tetap lembut.

  • Maag atau GERD sedang sering kambuh.
  • Mudah kembung atau mual saat perut kosong.
  • Sedang batuk atau tenggorokan sensitif.

Penutup

Berbuka bukan momen untuk menguji seberapa kuat tubuh menyesuaikan diri. Ini momen untuk mengembalikan ritme pelan-pelan. Air dingin bisa aman, tapi belum tentu paling nyaman untuk semua orang. Di Millway, pilihan terbaik selalu yang membuat tubuhmu terasa lebih tenang dan stabil lalu kamu bisa menjaganya dengan konsisten, hari demi hari.

Baca Juga

Keranjang Belanja