Unduh App
Beranda
Informasi

Voucher & Diskon

Acara & Kegiatan

Knowledge Hub

Tentang Kami

Tentang Millway

Manfaat Menjadi Member

Tanya Jawab

Hubungi Kami

Kebijakan Privasi

Bantuan Dokter

Janji Temu Dokter

Tanya Dokter

Produk
Vila & Apt.
Tiket
Mitra
Akun Ku
Masuk
Daftar
Gizi

Hubungan Gizi dan Imunitas Tubuh

Ditulis oleh Millway Wellness Team • 25 Sep 2026 (Jumat.)

Ketika berbicara tentang daya tahan tubuh, kita sering mencari satu makanan, vitamin, atau minuman yang dianggap mampu membuat tubuh lebih kuat. Padahal, sistem imun tidak bekerja sesederhana itu. Kemampuannya menjalankan fungsi pertahanan tubuh terbentuk dari banyak faktor yang saling berkaitan, dan kecukupan gizi sehari-hari menjadi salah satu bagian penting di dalamnya.

Tubuh membutuhkan energi, protein, vitamin, mineral, serta berbagai komponen dari makanan untuk membentuk dan menjalankan sel-sel yang terlibat dalam respons imun. Karena itu, hubungan antara gizi dan imunitas sebaiknya tidak dilihat dari satu jenis makanan saja, melainkan dari pola makan secara keseluruhan.


Mengapa Sistem Imun Membutuhkan Gizi?

Sistem imun merupakan jaringan kompleks yang melibatkan sel, jaringan, organ, dan berbagai molekul di dalam tubuh. Agar sistem ini dapat menjalankan fungsinya dengan baik, tubuh membutuhkan bahan baku yang cukup dari makanan.

Protein, misalnya, menyediakan asam amino yang diperlukan untuk berbagai proses pembentukan dan fungsi sel tubuh, termasuk sel yang terlibat dalam sistem imun. Sementara itu, sejumlah vitamin dan mineral berperan dalam regulasi respons imun, perlindungan sel, hingga pemeliharaan jaringan yang menjadi garis pertahanan pertama tubuh.

Kekurangan energi, protein, atau mikronutrien tertentu dapat mengganggu fungsi sistem imun. Kondisi kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama juga diketahui dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, baik pada anak maupun orang dewasa.


Zat Gizi yang Berperan dalam Fungsi Imun

Tidak ada satu zat gizi yang bekerja sendirian. Sistem imun membutuhkan kombinasi berbagai nutrisi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

  • Vitamin A berperan dalam menjaga integritas jaringan seperti kulit dan lapisan mukosa, yang merupakan bagian dari pertahanan awal tubuh terhadap berbagai mikroorganisme.
  • Vitamin C memiliki fungsi antioksidan dan berperan dalam berbagai aktivitas sel imun. Kecukupan vitamin C merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi selama tubuh mempertahankan dan memulihkan kondisinya.
  • Vitamin D ikut berperan dalam pengaturan respons imun. Status vitamin D yang cukup penting bagi kesehatan secara umum, meskipun manfaat suplementasi dapat berbeda tergantung kondisi dan status vitamin D setiap individu.
  • Vitamin E bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif.
  • Zinc diperlukan dalam perkembangan dan fungsi berbagai jenis sel imun. Kekurangan zinc dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menjalankan respons pertahanan secara optimal.
  • Selenium merupakan bagian dari sistem antioksidan tubuh dan ikut mendukung fungsi normal sistem imun.
  • Protein menyediakan asam amino yang diperlukan tubuh untuk membentuk berbagai protein, enzim, dan komponen yang terlibat dalam respons imun.

Inilah sebabnya pola makan yang beragam lebih penting daripada hanya berfokus pada satu vitamin atau satu jenis makanan.


Pola Makan Sehari-hari Juga Berpengaruh

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas pola makan memiliki hubungan dengan kesehatan sistem imun. Pola makan yang menyediakan cukup sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, sumber protein berkualitas, serta lemak yang baik dapat membantu tubuh memperoleh beragam zat gizi yang dibutuhkannya.

Artinya, perhatian terhadap imunitas sebenarnya dapat dimulai dari hal yang cukup sederhana: apakah makanan sehari-hari sudah cukup beragam, apakah ada sumber protein dalam menu, apakah sayur dan buah dikonsumsi secara rutin, dan apakah kebutuhan energi tubuh terpenuhi.

Sebaliknya, pola makan yang sangat terbatas atau asupan energi dan protein yang tidak mencukupi dalam jangka panjang dapat membuat tubuh kekurangan bahan baku yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi fisiologis, termasuk fungsi imun.


Kesalahan yang Sering Terjadi: Mencari Satu “Makanan Peningkat Imun”

Ketika musim penyakit tiba, berbagai makanan dan suplemen sering diberi label sebagai “immune booster”. Istilah ini terdengar sederhana, tetapi fungsi sistem imun jauh lebih kompleks daripada sekadar dinaikkan atau diturunkan.

Mengonsumsi buah tinggi vitamin C, makanan sumber zinc, atau produk tertentu tidak otomatis membuat seseorang kebal terhadap penyakit. Yang lebih penting adalah menjaga kecukupan zat gizi secara konsisten sehingga sistem imun memiliki dukungan yang dibutuhkannya untuk menjalankan fungsi normal.

Prinsip serupa berlaku untuk suplemen. Suplemen dapat bermanfaat ketika terdapat kebutuhan tertentu atau kekurangan zat gizi, tetapi bukan berarti semakin tinggi dosisnya akan semakin baik. Pada kondisi tertentu, asupan berlebihan justru dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.


Bagaimana Menjaga Asupan untuk Mendukung Imunitas?

Tidak perlu mengubah pola makan secara ekstrem. Pendekatan yang lebih realistis adalah membangun kebiasaan kecil yang dapat dijalankan secara konsisten.

  • Usahakan makanan sehari-hari semakin beragam, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan yang dianggap sehat.
  • Sertakan sayur dan buah dengan variasi warna untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif.
  • Penuhi kebutuhan protein dari sumber seperti ikan, ayam, telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau sumber protein lainnya sesuai kebutuhan.
  • Lengkapi pola makan dengan sumber lemak sehat, seperti ikan, kacang, biji-bijian, atau sumber lemak tidak jenuh lainnya.
  • Pastikan asupan energi tetap memadai, terutama ketika tubuh sedang aktif, dalam masa pertumbuhan, kehamilan, pemulihan, atau memiliki kebutuhan khusus.
  • Untuk anak, ibu hamil, lansia, individu dengan penyakit kronis, atau orang dengan risiko kekurangan zat gizi tertentu, kebutuhan nutrisi dapat berbeda dan sebaiknya disesuaikan bersama tenaga kesehatan.
  • Gunakan suplemen berdasarkan kebutuhan dan indikasi yang tepat, terutama bila terdapat risiko atau bukti kekurangan zat gizi.

Imunitas Tidak Dibangun dalam Sehari

Menjaga daya tahan tubuh bukan tentang mencari satu makanan yang paling kuat atau satu kebiasaan yang mampu mengubah semuanya dalam waktu singkat. Tubuh bekerja dari apa yang kita lakukan berulang kali: bagaimana kita makan, beristirahat, bergerak, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan tubuh dari hari ke hari.

Gizi adalah salah satu fondasinya. Bukan karena makanan dapat menjamin kita terbebas dari penyakit, tetapi karena kecukupan nutrisi memberikan tubuh sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Di Millway, hidup sehat tidak harus dimulai dari perubahan besar. Terkadang, langkah yang paling berarti justru hadir dari kesadaran sederhana: mengenali apa yang dibutuhkan tubuh, memenuhi kebutuhannya dengan cukup, lalu menjadikannya kebiasaan yang dapat terus dijaga.


Referensi
  • World Health Organization (WHO). Nutrition and Immunity.
  • Kemenkes RI. Pedoman Gizi Seimbang.
  • Journal of Nutrition, 2023. “Micronutrients and Immune Function”.

Baca Juga

Keranjang Belanja