Sudah Minggu malam, badan sebenarnya lelah, tapi pikiran malah mulai sibuk memikirkan Senin. Jadwal kerja, tugas yang belum selesai, meeting pagi, sampai alarm besok bisa membuat rasa kantuk seolah menghilang.
Kondisi seperti ini cukup umum terjadi. Menjelang hari kerja, pikiran bisa mulai mengantisipasi berbagai tuntutan yang akan datang. Akibatnya, tubuh yang seharusnya mulai masuk ke kondisi istirahat justru tetap berada dalam keadaan lebih waspada.
Sesekali mengalami sulit tidur tentu belum tentu menjadi masalah serius. Namun, jika terjadi hampir setiap Minggu malam, kualitas tidur bisa ikut terganggu dan membuat awal minggu terasa lebih berat.
Saat memikirkan pekerjaan atau tanggung jawab yang akan datang, otak bisa memperlakukannya sebagai sesuatu yang perlu dipersiapkan. Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat pikiran terus memproses berbagai kemungkinan.
Mulai dari memikirkan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, takut terlambat, sampai mengingat pekerjaan yang belum selesai. Semakin banyak hal yang dipikirkan, semakin sulit pula tubuh beralih ke kondisi yang lebih tenang untuk tidur.
Stres juga dapat membuat seseorang lebih sulit tertidur atau lebih mudah terbangun di malam hari. Karena itu, kondisi mental sebelum tidur memiliki hubungan yang cukup erat dengan kualitas istirahat.
Akhir pekan sering menjadi kesempatan untuk tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Sesekali tentu tidak masalah, tetapi perubahan jadwal yang terlalu jauh dari hari kerja dapat membuat tubuh kesulitan mengantuk pada waktu biasanya.
Tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang membantu mengatur kapan kita merasa mengantuk dan kapan tubuh lebih waspada.
Jika Sabtu dan Minggu waktu tidur bergeser beberapa jam lebih malam, Minggu malam tubuh mungkin belum merasa siap tidur meskipun Senin pagi tetap harus bangun seperti biasa.
Minggu malam juga sering menjadi waktu untuk membuka media sosial, menonton video, membaca berita, atau bahkan mulai mengecek chat pekerjaan.
Masalahnya bukan hanya cahaya dari layar. Konten yang terus berganti membuat otak menerima stimulasi baru sehingga kita terdorong untuk terus melihat satu konten lagi, satu pesan lagi, atau satu video lagi.
Akhirnya, waktu tidur mundur tanpa terasa. Jika konten yang dibaca berkaitan dengan pekerjaan atau sesuatu yang menimbulkan kecemasan, pikiran juga bisa menjadi semakin aktif.
Satu malam tidur kurang mungkin terasa sepele, tetapi efeknya bisa langsung terasa keesokan hari.
Jika pola ini terjadi hampir setiap awal minggu, tubuh bisa masuk ke siklus: tidur kurang pada Minggu malam, merasa lelah pada Senin, lalu mencoba mengganti tidur secara tidak teratur pada hari berikutnya.
Salah satu alasan pikiran terus aktif adalah karena otak merasa masih ada banyak hal yang perlu diingat. Mengeluarkan tugas-tugas tersebut dari kepala dan menuliskannya bisa membantu membuat malam terasa lebih terstruktur.
Sebelum malam terlalu larut, coba siapkan beberapa hal sederhana seperti pakaian kerja, tas, sarapan, atau daftar tiga prioritas utama untuk hari Senin.
Tujuannya bukan menyelesaikan pekerjaan pada Minggu malam, tetapi mengurangi hal-hal kecil yang membuat pikiran merasa harus terus mengingat sesuatu sebelum tidur.
Semakin kita memikirkan “besok harus bangun pagi” atau menghitung berapa jam tidur yang tersisa, rasa khawatir justru bisa meningkat.
Jika belum mengantuk, lakukan aktivitas yang tenang untuk sementara dan hindari terus melihat jam. Fokuskan perhatian pada proses menenangkan tubuh, bukan pada tekanan untuk segera tertidur.
Latihan pernapasan sederhana, membaca buku, atau mendengarkan audio yang menenangkan bisa menjadi pilihan selama aktivitas tersebut tidak membuat pikiran semakin aktif.
Sesekali sulit tidur menjelang hari kerja masih cukup umum. Namun, jika sulit tidur terjadi berulang selama berminggu-minggu, membuatmu sering terbangun, sangat mengantuk pada siang hari, atau mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak terus diabaikan.
Gangguan tidur yang menetap dapat memiliki berbagai penyebab, sehingga evaluasi dari tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Tidak semua hal tentang Senin bisa kita kendalikan. Namun, cara kita mempersiapkan malam sebelumnya bisa membantu tubuh mendapatkan istirahat yang lebih baik.
Bagi Millway, menjaga wellness bukan hanya tentang produktif sepanjang hari, tetapi juga mengetahui kapan tubuh perlu berhenti. Minggu malam bisa digunakan untuk menutup minggu dengan lebih tenang, menyiapkan hal penting secukupnya, lalu memberi tubuh kesempatan untuk benar-benar beristirahat.
Sumber: Sleep Foundation; American Academy of Sleep Medicine (AASM); rekomendasi terkait sleep hygiene dan kesehatan tidur.