Punya kulit berminyak sering kali membuat seseorang ragu menggunakan moisturizer atau pelembap. Alasannya, kulit yang sudah terlihat mengilap dianggap memiliki kelembapan yang cukup, sehingga penggunaan pelembap justru dikhawatirkan membuat wajah semakin berminyak.
Padahal, minyak alami pada wajah dan kelembapan kulit merupakan dua hal yang berbeda. Kulit berminyak tetap dapat mengalami kekurangan air, bahkan ketika permukaannya terlihat mengilap.
Karena itu, melewatkan moisturizer belum tentu menjadi pilihan terbaik. Pemilihan produk yang sesuai justru dapat membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan lapisan pelindung kulit.
Lantas, mengapa kulit berminyak tetap membutuhkan moisturizer? Dan bagaimana cara memilih pelembap yang tepat agar wajah tetap nyaman tanpa terasa terlalu lengket?
Kulit berminyak merupakan kondisi ketika kelenjar sebasea menghasilkan sebum atau minyak alami dalam jumlah relatif banyak.
Sebum memiliki fungsi penting untuk membantu melindungi permukaan kulit dan mengurangi kehilangan kelembapan. Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat membuat wajah terlihat mengilap dan, pada sebagian orang, berkontribusi terhadap penyumbatan pori-pori.
Sementara itu, kelembapan kulit berkaitan dengan kadar air yang terdapat pada lapisan kulit dan kemampuan kulit mempertahankannya.
Artinya, kulit berminyak belum tentu memiliki kadar air yang cukup. Seseorang dapat memiliki kulit berminyak sekaligus mengalami dehidrasi kulit.
Kondisi ini dapat ditandai dengan rasa tertarik setelah mencuci wajah, permukaan kulit terasa tidak nyaman, atau munculnya bagian kulit yang kering meskipun wajah tetap berminyak.
Anggapan bahwa kulit berminyak tidak membutuhkan pelembap merupakan salah satu mitos yang cukup sering ditemukan dalam perawatan kulit.
Mengutip TribunHealth, dokter kecantikan dr. Bonita Purnama Sari dari The Elshe Clinic menjelaskan bahwa kulit berminyak tetap membutuhkan moisturizer yang sesuai dengan kondisi kulit.
Penggunaan pelembap bertujuan membantu mempertahankan kadar air dan mendukung fungsi skin barrier, yaitu lapisan pelindung kulit yang berperan menjaga kelembapan serta melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan.
Jika skin barrier terganggu, kulit dapat menjadi lebih mudah mengalami kekeringan, iritasi, atau rasa tidak nyaman.
Namun, penting dipahami bahwa tidak menggunakan moisturizer tidak selalu menyebabkan produksi minyak meningkat. Produksi sebum dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk hormon, genetika, dan kondisi kulit.
Karena itu, tujuan menggunakan moisturizer bukan untuk menghentikan produksi minyak, melainkan membantu menjaga keseimbangan kelembapan dan kenyamanan kulit.
Penggunaan moisturizer yang tepat dapat memberikan sejumlah manfaat, termasuk bagi pemilik kulit berminyak.
1. Membantu Menjaga Kelembapan Kulit
Moisturizer membantu mempertahankan air pada lapisan kulit sehingga kulit terasa lebih nyaman dan tidak mudah kering.
2. Mendukung Fungsi Skin Barrier
Lapisan pelindung kulit yang terjaga dapat membantu mengurangi kehilangan air dan mempertahankan kondisi kulit yang sehat.
3. Mengurangi Rasa Kering akibat Produk Skincare
Beberapa produk perawatan jerawat, seperti yang mengandung benzoyl peroxide atau retinoid, dapat menyebabkan kulit terasa kering dan iritasi. Pelembap yang sesuai dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.
4. Membantu Menjaga Kenyamanan Kulit
Produk dengan tekstur ringan dapat membantu menjaga kelembapan tanpa memberikan sensasi terlalu berat atau lengket pada wajah.
Meski bermanfaat, moisturizer bukan pengobatan utama untuk jerawat atau produksi minyak berlebih. Jika keluhan menetap, diperlukan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.
Pemilihan pelembap sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit, kondisi kulit saat ini, serta kenyamanan saat digunakan.
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:
Dalam artikel TribunHealth, dr. Bonita juga menyarankan pelembap bertekstur ringan atau berbasis gel bagi kulit yang cenderung mudah berjerawat.
Namun, tidak semua produk berbentuk gel otomatis cocok untuk kulit berminyak. Keseluruhan formulasi produk tetap perlu diperhatikan.
Kebutuhan pelembap dapat berbeda pada setiap jenis kulit.
Kulit normal umumnya dapat menggunakan pelembap dengan tekstur lotion atau krim ringan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, kulit kering sering membutuhkan formula yang lebih kaya untuk membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit.
Kandungan seperti ceramide dapat membantu mendukung fungsi lapisan pelindung kulit. Bahan lain seperti glycerin dan petrolatum juga dapat membantu mempertahankan kelembapan, tergantung formulasi produk.
Artinya, pemilihan moisturizer tidak cukup hanya berdasarkan tren produk. Kondisi kulit dan respons individu tetap menjadi pertimbangan utama.
Selain perawatan dari luar, kondisi kulit juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan kebiasaan sehari-hari.
Produksi minyak terutama dipengaruhi oleh hormon dan faktor genetik. Pada sebagian orang, stres, perubahan hormonal, serta penggunaan produk yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Pola tidur yang teratur dan asupan makanan bergizi tetap penting untuk mendukung kesehatan secara umum, termasuk kesehatan kulit.
Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa semua makanan berminyak atau susu secara langsung menyebabkan kulit setiap orang menjadi lebih berminyak.
Hubungan antara pola makan dan jerawat dapat berbeda antarindividu, sehingga perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara seimbang dan berdasarkan kebutuhan.
Selain moisturizer, penggunaan sunscreen juga merupakan bagian penting dari perawatan kulit sehari-hari.
Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan kulit, mempercepat munculnya tanda penuaan, dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Untuk aktivitas sehari-hari, pilih sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF minimal 30. Jika beraktivitas di luar ruangan, aplikasikan ulang sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat atau berenang.
Pemilik kulit berminyak dapat memilih sunscreen dengan tekstur ringan dan formula yang nyaman agar lebih mudah digunakan secara rutin.
Memiliki kulit berminyak bukan berarti kulit tidak membutuhkan kelembapan. Sebum merupakan bagian alami dari perlindungan kulit, sementara moisturizer membantu mempertahankan kadar air dan mendukung fungsi skin barrier.
Kunci perawatan kulit bukan menghilangkan seluruh minyak alami, melainkan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan menjaga rutinitas skincare tetap sederhana serta konsisten.
Yuk, mulai lebih memahami kebutuhan kulit dan membangun kebiasaan perawatan yang tepat. Temukan lebih banyak informasi seputar kesehatan kulit, nutrisi, dan gaya hidup sehat melalui aplikasi Millway.
Unlock Your Best Life!
Sumber: TribunHealth, "Kulit Berminyak Tak Perlu Moisturizer? Dokter Jelaskan Faktanya" (21 Oktober 2026); American Academy of Dermatology Association (AAD), panduan perawatan kulit berminyak dan penggunaan moisturizer.