Download App
Home
Information

Vouchers & Discounts

Events and Activities

Knowledge Hub

About Us

About Millway

Benefits of Becoming a Member

FAQ

Contact Us

Privacy Policy

Doctor's Assistance

Doctor's Appointment

Ask a Doctor

Products
Villa & Apt.
Ticket
Partners
Akun Ku
Login
Register
Kesehatan tubuhnutrisi hariananemiazat besienergi tubuhpola makan seimbangkebiasaan wellness anak muda.

Sering Lemas dan Pusing Ringan? Kenali 5 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

Written By Millway Wellness Team • 11 Jul 2026 (Sabtu.)

Sering merasa lemas, pusing ringan, atau cepat lelah kadang dianggap sebagai hal biasa. Banyak orang mengaitkannya dengan kurang tidur, terlalu banyak aktivitas, atau sedang tidak fit saja.

Padahal, salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah kemungkinan tubuh kekurangan zat besi. Zat besi berperan penting dalam membantu pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Saat kebutuhan zat besi tidak tercukupi, tubuh bisa terasa lebih mudah lelah karena distribusi oksigen tidak berjalan seoptimal biasanya. Kondisi ini sering terjadi perlahan, sehingga tanda-tandanya kadang tidak langsung disadari.


Kenapa Zat Besi Penting untuk Tubuh?

Zat besi adalah mineral penting yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Ketika tubuh memiliki cukup zat besi, oksigen dapat dibawa dengan lebih baik ke otot, otak, dan berbagai organ tubuh lainnya.

Jika kadar zat besi terlalu rendah, tubuh bisa kesulitan memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, tubuh dapat terasa lebih lemah, napas lebih pendek saat aktivitas, dan konsentrasi lebih mudah menurun.

Kekurangan zat besi juga bisa dialami anak muda, terutama jika pola makan kurang seimbang, sering melewatkan makan, menstruasi cukup berat, atau kebutuhan nutrisi meningkat karena aktivitas harian yang padat.


1. Tubuh Sering Lemas Meski Sudah Istirahat

Lemas adalah salah satu tanda yang sering muncul saat tubuh kekurangan zat besi. Rasa lemas ini bisa terasa berbeda dari lelah biasa, karena tidak selalu membaik hanya dengan tidur lebih lama.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi, oksigen yang dibawa ke jaringan tubuh dapat berkurang. Hal ini bisa membuat aktivitas sederhana terasa lebih berat dari biasanya.

Jika tubuh sering terasa tidak bertenaga tanpa alasan yang jelas, ada baiknya mulai memperhatikan pola makan dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.


2. Pusing Ringan atau Kepala Terasa Melayang

Pusing ringan, kepala terasa melayang, atau mudah merasa tidak stabil juga bisa berkaitan dengan rendahnya kadar zat besi. Kondisi ini dapat terjadi karena otak tidak mendapatkan pasokan oksigen seoptimal biasanya.

Pada sebagian orang, keluhan ini lebih terasa saat berdiri terlalu cepat, beraktivitas dalam waktu lama, atau sedang tidak makan dengan cukup.

Meski tidak selalu berarti kekurangan zat besi, pusing yang muncul berulang tetap perlu diperhatikan, terutama jika disertai lemas, pucat, atau mudah berdebar.


3. Wajah Terlihat Lebih Pucat

Zat besi berhubungan dengan pembentukan hemoglobin, yang memberi warna merah pada darah. Ketika jumlah hemoglobin rendah, kulit bisa terlihat lebih pucat dari biasanya.

Pucat dapat terlihat di wajah, bibir, bagian dalam kelopak mata, atau kuku. Tanda ini sering tidak disadari karena muncul perlahan dan bisa dianggap sebagai efek kurang tidur atau kelelahan biasa.

Jika pucat disertai tubuh mudah lemas dan pusing ringan, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui apakah tubuh memang kekurangan zat besi atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan.


4. Napas Lebih Pendek saat Aktivitas Ringan

Saat tubuh kekurangan zat besi, aktivitas ringan seperti naik tangga, berjalan agak cepat, atau olahraga singkat bisa terasa lebih melelahkan dari biasanya.

Hal ini dapat terjadi karena tubuh berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen untuk memenuhi kebutuhan energi. Akibatnya, napas terasa lebih pendek atau tubuh lebih cepat capek saat bergerak.

Jika perubahan ini terasa jelas dan terjadi berulang, sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai kurang olahraga. Tubuh mungkin sedang memberi sinyal bahwa ada kebutuhan nutrisi atau kondisi kesehatan yang perlu dicek.


5. Sulit Fokus dan Mudah Mengantuk

Otak membutuhkan oksigen yang cukup untuk bekerja dengan baik. Ketika distribusi oksigen menurun, sebagian orang bisa merasa lebih sulit fokus, cepat mengantuk, atau merasa pikirannya tidak sejernih biasanya.

Keluhan ini sering dianggap sebagai akibat terlalu banyak pekerjaan atau kurang tidur. Padahal, nutrisi seperti zat besi juga ikut berperan dalam mendukung energi dan konsentrasi harian.

Jika sulit fokus muncul bersama lemas, pusing ringan, atau wajah pucat, penting untuk melihat kembali pola makan dan mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan.


Cara Membantu Mencukupi Zat Besi

Mencukupi zat besi bisa dimulai dari pilihan makanan sehari-hari. Beberapa sumber zat besi dapat berasal dari makanan hewani maupun nabati.

  • Konsumsi sumber zat besi hewani seperti daging merah, ayam, ikan, telur, atau hati dalam porsi yang sesuai.
  • Tambahkan sumber zat besi nabati seperti bayam, kacang-kacangan, tahu, tempe, biji-bijian, dan sayuran hijau.
  • Padukan makanan tinggi zat besi dengan sumber vitamin C seperti jeruk, tomat, kiwi, atau jambu agar penyerapannya lebih optimal.
  • Hindari langsung minum teh atau kopi setelah makan utama karena dapat mengganggu penyerapan zat besi pada sebagian orang.
  • Lakukan pemeriksaan jika keluhan sering muncul, terutama sebelum mengonsumsi suplemen zat besi.

Suplemen zat besi sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan, karena kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Pemeriksaan dan arahan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah yang lebih tepat.


Penutup

Lemas dan pusing ringan memang bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, jika keluhan muncul berulang, kekurangan zat besi menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan.

Memperbaiki pola makan, mencukupi nutrisi, dan mengenali sinyal tubuh sejak awal dapat membantu tubuh terasa lebih bertenaga dalam menjalani aktivitas harian.

Bagi Millway, wellness dimulai dari kebiasaan sederhana untuk lebih peka terhadap tubuh, termasuk memahami kapan rasa lelah bukan sekadar lelah, tetapi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih.

Read other

Shopping Cart