Magnesium sering dikenal sebagai mineral yang membantu menjaga fungsi otot, saraf, dan tulang. Namun, mineral ini juga memiliki peran penting dalam menjaga irama jantung serta mendukung kerja pembuluh darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi magnesium tambahan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki hipertensi. Meski demikian, efeknya cenderung tidak terlalu besar dan tidak dapat menggantikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup yang telah dianjurkan dokter.
Dalam artikel Health berjudul “What Happens to Your Blood Pressure When You Start Taking Magnesium”, Laura Schober menjelaskan bahwa suplemen magnesium berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada sebagian orang.
“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi.” imbuh Laura Schober, seperti diberitakan pada Artikel Health, dikutip pada Selasa (14 Juli 2026).
Data penelitian yang dirangkum dalam artikel tersebut menunjukkan bahwa pemberian magnesium sekitar 500–1.000 miligram per hari dalam konteks penelitian dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 2,7–5,6 mmHg dan tekanan darah diastolik sekitar 1,7–3,4 mmHg.
Namun, angka tersebut bukan rekomendasi dosis untuk dikonsumsi secara mandiri. Dosis dalam penelitian dapat berbeda dengan kebutuhan harian dan harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, pola makan, fungsi ginjal, serta obat-obatan yang sedang digunakan.
Mekanismenya masih terus diteliti. Salah satu penjelasannya adalah magnesium membantu mengatur proses yang memengaruhi volume darah serta kemampuan pembuluh darah untuk melebar dan berkontraksi.
Saat pembuluh darah dapat bekerja dengan lebih baik, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan pada dinding pembuluh darah dapat berkurang. Magnesium juga dibutuhkan tubuh untuk menjaga irama jantung tetap normal dan stabil.
Meski demikian, tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor. Asupan natrium, berat badan, tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kondisi ginjal, dan faktor genetik juga memiliki peran penting.
Mengacu pada National Institutes of Health Office of Dietary Supplements, kebutuhan magnesium harian orang dewasa berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin:
Kebutuhan tersebut merupakan total asupan magnesium dari makanan, minuman, dan suplemen. Sementara itu, batas atas magnesium yang berasal khusus dari suplemen atau obat untuk orang dewasa umumnya ditetapkan sebesar 350 mg per hari, kecuali digunakan berdasarkan arahan tenaga kesehatan.
Mengonsumsi magnesium tambahan terlalu banyak dapat menyebabkan diare, mual, dan kram perut. Pada orang dengan gangguan ginjal, magnesium juga dapat menumpuk karena tubuh kesulitan membuang kelebihannya.
Sebelum langsung memilih suplemen, kebutuhan magnesium dapat dipenuhi melalui makanan seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, alpukat, pisang, tahu, dan beberapa jenis ikan.
Makanan kaya magnesium juga biasanya mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral lain yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Karena itu, memperbaiki pola makan secara keseluruhan umumnya memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis suplemen.
Menjaga tekanan darah tetap sehat membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, pengelolaan stres, tidur yang cukup, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta menjaga berat badan tetap sehat tetap menjadi fondasi utama.
Apabila hasil pemeriksaan tekanan darah terus berada di atas batas normal, jangan hanya mengandalkan suplemen. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Magnesium juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk antibiotik, diuretik, dan obat untuk osteoporosis.
Magnesium memang penting bagi tubuh dan mungkin memberikan manfaat tambahan bagi tekanan darah. Namun, suplemen bukan jalan pintas untuk menggantikan pola hidup sehat atau terapi medis.
Bagi Millway, wellness bukan tentang mengonsumsi sebanyak mungkin vitamin dan mineral, tetapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan tubuh. Mulailah dari makanan yang lebih seimbang, rutin bergerak, memeriksa tekanan darah, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menambahkan suplemen. Langkah kecil yang tepat dapat membantumu membangun kebiasaan sehat untuk Unlock Your Best Life.