Sobat Millway pernah mendengar bahwa orang dengan kadar hemoglobin atau Hb rendah tidak boleh minum teh? Anggapan ini muncul karena teh mengandung polifenol, termasuk tanin, yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Namun, memiliki kadar Hb rendah tidak berarti seseorang harus berhenti minum teh sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah memahami jenis zat besi yang dikonsumsi serta mengatur waktu minum teh agar tidak terlalu berdekatan dengan waktu makan atau konsumsi suplemen zat besi.
Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang membantu membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Zat besi menjadi salah satu mineral penting yang diperlukan tubuh dalam proses pembentukan hemoglobin.
Jika asupan zat besi tidak mencukupi dalam jangka panjang, tubuh dapat mengalami kekurangan zat besi yang kemudian berpotensi berkembang menjadi anemia defisiensi besi.
Sariyanto (2019) menjelaskan bahwa tanin dapat mengikat protein dan mineral yang seharusnya dapat diserap tubuh, termasuk zat besi. Kekurangan asupan zat besi yang cukup dapat menjadi salah satu faktor terjadinya anemia defisiensi besi.
Teh mengandung polifenol, termasuk tanin. Senyawa ini dapat berinteraksi dengan zat besi di saluran pencernaan sehingga mengurangi jumlah zat besi yang dapat diserap tubuh.
Efek ini terutama perlu diperhatikan pada zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan dalam bahan pangan nabati.
“Tanin dapat mengikat protein dan mineral yang seharusnya dapat diserap oleh tubuh, termasuk zat besi,” sebagaimana dijelaskan dalam kajian Sariyanto (2019).
Belum tentu. Penelitian mengenai hubungan konsumsi teh dan kadar hemoglobin menunjukkan hasil yang tidak selalu sama.
Penelitian Pebrina dan rekan (2019) mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara frekuensi konsumsi teh dengan kadar hemoglobin.
Namun, hasil tersebut berbeda dengan penelitian Nurdini dan Probosari (2017), yang menemukan bahwa kandungan tanin dalam teh memiliki pengaruh yang kurang signifikan terhadap kadar hemoglobin.
Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar Hb tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi teh. Asupan zat besi secara keseluruhan, sumber zat besi yang dikonsumsi, pola makan, serta berbagai faktor kesehatan lainnya juga perlu diperhatikan.
Zat besi dalam makanan dapat dibedakan menjadi zat besi heme dan non-heme. Keduanya memiliki karakteristik penyerapan yang berbeda.
Karena tanin dalam teh lebih mudah memengaruhi penyerapan zat besi non-heme, waktu konsumsi teh menjadi lebih penting bagi orang yang banyak memperoleh zat besi dari sumber nabati.
Kadar Hb rendah tidak berarti harus berhenti mengonsumsi teh. Teh tetap dapat diminum dalam jumlah wajar, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama atau suplemen zat besi.
Berikan jarak sekitar 1–2 jam antara minum teh dengan waktu makan atau konsumsi suplemen zat besi. Cara ini dapat membantu mengurangi kemungkinan terganggunya penyerapan zat besi.
Selain mengatur waktu minum teh, kombinasi makanan juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama yang berasal dari sumber nabati.
Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dengan mereduksi Fe³⁺ menjadi Fe²⁺, yaitu bentuk zat besi yang lebih mudah diserap tubuh.
Karena itu, sumber zat besi nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau dapat dikombinasikan dengan makanan sumber vitamin C, misalnya buah-buahan atau sayuran yang kaya vitamin C.
Kadar Hb yang rendah dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi, tetapi bukan satu-satunya kemungkinan penyebab. Karena itu, sebaiknya jangan langsung mengandalkan perubahan pola makan saja jika hasil pemeriksaan menunjukkan Hb rendah.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Boleh. Kadar Hb rendah tidak berarti seseorang harus berhenti minum teh sepenuhnya. Teh tetap dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar selama waktu konsumsinya diatur agar tidak terlalu berdekatan dengan waktu makan atau konsumsi suplemen zat besi.
Yang perlu diperhatikan adalah pola makan secara keseluruhan, kecukupan sumber zat besi, kombinasi makanan, serta penyebab kadar Hb rendah itu sendiri.
Sobat Millway, bukan hanya apa yang dikonsumsi yang penting, tetapi juga bagaimana dan kapan kita mengonsumsinya. Kenali kebutuhan tubuh dan bangun pola makan yang lebih tepat untuk mendukung perjalanan Unlock Your Best Life.
Sumber: Sariyanto, 2019; Pebrina et al., 2019; Nurdini dan Probosari, 2017. Prosiding COSMIC Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Tersedia di: https://prosidingcosmic.fk.uwks.ac.id/index.php/cosmic/article/view/92/71