Baju basah kuyup setelah olahraga mungkin membuat Sobat Millway bertanya-tanya, “Kenapa aku berkeringat sebanyak ini?” Tenang, berkeringat saat berolahraga pada dasarnya merupakan respons normal tubuh.
Saat berolahraga, otot menghasilkan panas dan suhu tubuh meningkat. Tubuh kemudian mengaktifkan kelenjar keringat untuk membantu melepaskan panas dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Namun, jumlah keringat setiap orang bisa berbeda. Intensitas latihan, suhu lingkungan, tingkat kebugaran, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi seberapa banyak tubuh berkeringat.
Ketika otot bekerja selama olahraga, tubuh menghasilkan panas. Sistem saraf otonom kemudian mengaktifkan kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan ke permukaan kulit.
Ketika keringat menguap dari kulit, panas ikut dilepaskan sehingga membantu mendinginkan tubuh. Karena itu, berkeringat merupakan bagian penting dari mekanisme pengaturan suhu tubuh atau thermoregulation.
“Berkeringat merupakan cara tubuh untuk mendinginkan dirinya sendiri,” dijelaskan dalam artikel Health, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Banyaknya keringat tidak hanya ditentukan oleh seberapa berat olahraga yang dilakukan. Tubuh setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap peningkatan suhu.
Olahraga dengan intensitas tinggi dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak panas sehingga produksi keringat meningkat. Kondisi lingkungan yang panas juga dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhunya.
Selain aktivitas fisik dan cuaca, beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi produksi keringat, seperti konsumsi kafein atau alkohol, makanan pedas, demam, kadar gula darah rendah, obat-obatan tertentu, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Keringat sering dianggap sebagai tanda bahwa olahraga berhasil membakar lebih banyak kalori atau lemak. Padahal, jumlah keringat bukan ukuran langsung dari efektivitas latihan.
Fungsi utama keringat adalah membantu mengatur suhu tubuh. Karena itu, seseorang bisa berkeringat banyak akibat cuaca panas meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.
Sebaliknya, jumlah keringat yang lebih sedikit juga tidak otomatis berarti olahraga yang dilakukan kurang efektif. Intensitas, durasi, jenis latihan, dan kondisi tubuh lebih relevan untuk menilai beban latihan.
Paparan olahraga dan suhu panas secara bertahap dapat membuat tubuh mengalami proses adaptasi yang disebut acclimatization.
Adaptasi tersebut membantu tubuh mengatur suhu dan detak jantung serta meningkatkan efisiensi produksi keringat dan aliran darah. Inilah salah satu alasan respons keringat seseorang dapat berubah seiring tubuh semakin terbiasa dengan aktivitas fisik.
Namun, adaptasi terhadap panas sebaiknya dilakukan secara bertahap. Memaksakan olahraga berat di lingkungan panas dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas atau heat illness.
Keringat sebagian besar terdiri dari air, tetapi juga mengandung elektrolit seperti natrium. Karena itu, semakin banyak keringat yang keluar, semakin penting pula mengganti cairan yang hilang.
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Air putih umumnya dapat menjadi pilihan utama untuk aktivitas sehari-hari dan olahraga dengan durasi yang tidak terlalu panjang.
Pada aktivitas yang berlangsung lama, intens, dilakukan dalam cuaca panas, atau menyebabkan produksi keringat sangat banyak, minuman yang mengandung elektrolit dapat dipertimbangkan untuk membantu mengganti elektrolit yang hilang.
Jika produksi keringat membuat olahraga terasa kurang nyaman, beberapa langkah berikut dapat membantu:
Produksi keringat yang sangat banyak dan berlangsung lebih lama daripada yang diperlukan tubuh untuk mendinginkan diri dapat berkaitan dengan kondisi yang disebut hyperhidrosis.
Hyperhidrosis dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, obat-obatan, infeksi, maupun kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan tiroid, diabetes, dan penyakit lainnya.
Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila keringat muncul secara berlebihan tanpa penyebab yang jelas, terjadi saat tidur, berlangsung dalam waktu lama, atau disertai penurunan berat badan yang tidak disengaja.
Saat berolahraga dalam cuaca panas, gejala seperti kebingungan, kehilangan kesadaran, kejang, napas cepat, atau peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi memerlukan pertolongan medis segera karena dapat menjadi tanda gangguan akibat panas yang serius.
Tidak selalu. Berkeringat saat olahraga merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Banyak atau sedikitnya keringat juga berbeda pada setiap orang dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator kualitas olahraga.
Hal yang lebih penting adalah memperhatikan hidrasi, kondisi lingkungan, intensitas latihan, dan bagaimana tubuh terasa selama berolahraga.
Sobat Millway, kenali respons tubuh saat bergerak dan sesuaikan aktivitas dengan kemampuanmu agar olahraga dapat dilakukan dengan aman dan konsisten dalam perjalanan Unlock Your Best Life.
Sumber: Amanda MacMillan. Why Do I Sweat So Much When I Workout?. Health, diperbarui 1 Agustus 2026.