Menjelang fun run, semangat untuk mulai berlari biasanya ikut meningkat. Mungkin kamu mulai menambah jarak, mencoba latihan lebih rutin, atau sekadar ingin memastikan tubuh cukup siap untuk menikmati hari perlombaan. Namun, ada satu hal yang sebaiknya tidak diabaikan: rasa sakit pada lutut.
Nyeri lutut saat atau setelah berlari tidak selalu berarti ada cedera serius. Tetapi, rasa sakit bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang menerima beban yang belum terbiasa ditangani. Apalagi jika intensitas latihan meningkat terlalu cepat atau teknik berlari, kekuatan otot, dan perlengkapan belum mendukung.
Sebelum ikut Millway Running Festival, memahami penyebab umum nyeri lutut bisa membantu kamu mempersiapkan tubuh dengan lebih bijak. Tujuannya bukan berlari secepat mungkin, tetapi datang dengan tubuh yang siap dan tetap bisa menikmati pengalaman bergerak bersama.
Salah satu penyebab nyeri lutut yang cukup umum pada pelari adalah runner's knee atau patellofemoral pain syndrome. Kondisi ini biasanya terasa di bagian depan lutut atau di sekitar tempurung lutut.
Berlari merupakan aktivitas dengan beban berulang pada persendian. Ketika tubuh menerima beban yang terlalu besar, terlalu sering, atau tanpa waktu pemulihan yang cukup, area di sekitar tempurung lutut dapat mengalami iritasi.
Rasa sakit juga dapat muncul ketika lutut ditekuk, naik tangga, mendaki, atau setelah duduk dalam waktu lama. Ketidakseimbangan kekuatan otot dan teknik berlari juga dapat berperan.
Kalau rasa sakit lebih terasa di sisi luar lutut, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah iliotibial band syndrome atau ITBS. Iliotibial band merupakan jaringan ikat panjang yang membentang dari area pinggul hingga bagian luar lutut.
Ketika jaringan ini menerima tekanan berulang, terutama saat jarak atau intensitas lari meningkat, area tersebut dapat mengalami iritasi. Pelari dengan otot pinggul yang kurang kuat atau otot tertentu yang terlalu kaku juga dapat memiliki risiko lebih tinggi.
Nyeri biasanya terasa di bagian luar lutut dan dapat muncul ketika berlari, terutama saat menanjak atau ketika panjang langkah meningkat.
Patellar tendon menghubungkan tempurung lutut dengan tulang kering dan membantu lutut melakukan berbagai gerakan. Ketika tendon ini mengalami beban berulang yang berlebihan, dapat muncul kondisi yang dikenal sebagai jumper's knee atau patellar tendinopathy.
Nyeri biasanya terasa tepat di bawah tempurung lutut. Keluhan dapat muncul ketika mulai berlari, bangkit dari posisi duduk, atau melakukan gerakan yang memberi tekanan pada tendon.
Penguatan otot paha dan pengaturan beban latihan dapat membantu mendukung fungsi tendon. Jika nyeri semakin berat atau disertai tanda cedera yang jelas, evaluasi oleh tenaga kesehatan diperlukan.
Tidak semua nyeri lutut pada pelari disebabkan oleh aktivitas berlari itu sendiri. Kondisi pada sendi, termasuk osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau arthritis setelah cedera, juga dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan.
Selain nyeri, gejalanya dapat berupa lutut kaku, bengkak, terasa seperti terkunci, atau tidak stabil. Keluhan tertentu juga bisa terasa lebih berat setelah beristirahat atau pada pagi hari.
Jika kamu sudah memiliki masalah pada lutut, penting untuk menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas dengan kondisi tubuh. Aktivitas low-impact seperti berjalan, bersepeda, atau berenang dapat menjadi alternatif tergantung kondisi masing-masing.
Cara tubuh bergerak saat berlari juga ikut menentukan bagaimana beban diterima oleh lutut. Ketidakseimbangan kekuatan atau fleksibilitas otot dapat memengaruhi pola gerak dan dalam jangka panjang berkontribusi pada cedera akibat penggunaan berlebihan.
Masalahnya, tidak ada satu bentuk teknik lari yang berlaku sama untuk semua orang. Pola gerak setiap pelari dipengaruhi oleh kekuatan, mobilitas, pengalaman, dan kondisi tubuh masing-masing.
Jika kamu baru mulai berlari atau sedang meningkatkan jarak tempuh, evaluasi dengan fisioterapis atau running coach dapat membantu melihat pola gerak dan area yang perlu diperkuat.
Sepatu juga menjadi bagian dari persiapan lari yang sering dianggap sepele. Sepatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan kaki atau jenis aktivitas dapat memengaruhi bagaimana beban diteruskan dari kaki ke pergelangan, lutut, hingga pinggul.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan dan kecocokan sepatu dengan kaki. Jika sepatu sudah terasa tidak nyaman atau kondisinya menurun setelah banyak digunakan, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali perlengkapan lari.
Tidak ada satu jenis sepatu yang paling tepat untuk semua pelari. Yang lebih penting adalah menemukan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki, aktivitas, dan kebutuhanmu.
Ketika event sudah semakin dekat, godaan untuk menambah jarak atau intensitas latihan dalam waktu singkat memang cukup besar. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Peningkatan beban latihan yang terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko cedera akibat penggunaan berlebihan.
Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu mempersiapkan tubuh dengan lebih realistis:
Rasa tidak nyaman setelah aktivitas tidak selalu berarti cedera serius. Namun, jika nyeri terus muncul setiap kali berlari, tidak membaik setelah beristirahat, atau disertai pembengkakan, sebaiknya jangan diabaikan.
Pemeriksaan oleh dokter atau fisioterapis dapat membantu mencari tahu penyebabnya dan menentukan apakah kamu perlu mengurangi aktivitas, melakukan latihan tertentu, atau mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk persiapan fun run, tidak ada manfaatnya memaksakan diri hanya demi menyelesaikan latihan sesuai target. Jika tubuh sedang memberi sinyal untuk berhenti, mendengarkannya justru merupakan bagian dari persiapan yang baik.
Fun run seharusnya menjadi kesempatan untuk bergerak, menikmati suasana, dan bertemu dengan orang-orang yang punya semangat yang sama. Karena itu, persiapan tidak selalu berarti menambah kilometer atau mengejar pace tertentu. Tubuh yang cukup pulih, perlengkapan yang sesuai, dan kemampuan mengenali batas diri sama pentingnya.
Di Millway, kami percaya bahwa konsistensi dalam bergerak dibangun dengan memahami tubuh, bukan melawannya. Jadi sebelum melangkah ke garis start, beri tubuhmu persiapan yang cukup, dengarkan sinyalnya, dan nikmati setiap langkah dengan ritme yang sesuai untukmu.
Sumber: Health Editorial Team. “6 Causes of Knee Pain When Running.” Health.com, diperbarui 25 April 2026. Medically reviewed by Amy Kwan, PT.