Di Millway, kami melihat perubahan nafsu makan sebagai bagian dari komunikasi tubuh. Saat lambung mulai nggak nyaman, tubuh sering memilih cara yang paling lembut untuk memberi tanda— salah satunya dengan menurunkan rasa lapar secara perlahan.
Saat lambung mengalami iritasi ringan, asam lambung meningkat, atau jam makan tidak teratur, tubuh cenderung menahan sinyal lapar. Ini bukan reaksi berlebihan, melainkan mekanisme perlindungan agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu keras.
Akibatnya, rasa lapar jadi samar, cepat kenyang, atau bahkan muncul rasa enggan saat melihat makanan.
Banyak orang baru menyadari ada masalah ketika kondisi ini berlangsung cukup lama. Padahal, sinyalnya sering muncul pelan-pelan dan terasa “biasa saja”.
Masalah lambung jarang muncul tiba-tiba. Ia sering dipicu oleh kebiasaan yang berulang, seperti menunda makan, minum kopi saat perut kosong, stres berkepanjangan, atau makan besar terlalu dekat dengan jam tidur.
Lambung sangat sensitif terhadap ritme. Saat ritme ini terganggu, tubuh akan memberi sinyal dengan caranya sendiri.
Saat nafsu makan menurun, fokusnya bukan memaksa makan banyak, tapi membantu lambung merasa lebih nyaman. Mulai dari porsi kecil, makanan yang lebih ringan, dan jam makan yang lebih konsisten.
Di Millway, kami percaya bahwa ketika tubuh diberi ruang untuk pulih, sinyal lapar akan kembali dengan sendirinya. Nafsu makan bukan sesuatu yang harus dikejar, tapi sesuatu yang perlu dipulihkan dengan sadar.