Kuku yang mudah patah sering dianggap sebagai masalah kecil. Banyak orang mengira kondisi ini hanya terjadi karena kuku terlalu panjang, terlalu sering terkena air, atau kurang dirawat dari luar.
Padahal, kondisi kuku juga bisa mencerminkan beberapa hal dari dalam tubuh. Saat tubuh kekurangan nutrisi tertentu, kurang terhidrasi, atau terlalu sering terpapar kebiasaan yang membuat kuku rapuh, kuku bisa menjadi lebih mudah pecah, mengelupas, atau patah.
Meski tidak selalu menandakan masalah serius, kuku yang rapuh dan mudah patah bisa menjadi pengingat untuk mulai memperhatikan pola makan, hidrasi, dan kebiasaan harian yang sering terlewat.
Kuku tersusun dari keratin, yaitu protein yang juga terdapat pada rambut dan kulit. Agar kuku tumbuh lebih kuat, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, termasuk protein, zat besi, zinc, vitamin B, dan berbagai mineral lain.
Namun, kuku yang mudah patah tidak selalu disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Kebiasaan seperti terlalu sering terkena air, menggunakan bahan kimia tanpa perlindungan, menggigit kuku, atau kurang menjaga kelembapan tangan juga dapat membuat kuku lebih rapuh.
Karena itu, penting untuk melihat kondisi kuku secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi perawatan luar, tetapi juga dari kebiasaan tubuh sehari-hari.
Nutrisi berperan dalam mendukung pertumbuhan kuku yang sehat. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan yang cukup, kuku bisa tumbuh lebih lambat, terlihat kusam, mudah mengelupas, atau lebih mudah patah.
Protein menjadi salah satu nutrisi penting karena kuku tersusun dari keratin. Selain itu, zat besi juga membantu membawa oksigen ke jaringan tubuh, termasuk area pertumbuhan kuku. Kekurangan zat besi pada sebagian orang dapat berkaitan dengan kuku yang lebih rapuh atau tampak tidak sehat.
Vitamin dan mineral seperti zinc, biotin, vitamin B12, folat, serta omega-3 juga sering dikaitkan dengan kesehatan kuku. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda, sehingga suplemen sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan tanpa arahan tenaga kesehatan.
Selain nutrisi, beberapa kebiasaan harian juga dapat membuat kuku lebih mudah rapuh. Salah satunya adalah terlalu sering terkena air tanpa mengeringkan tangan dengan baik.
Paparan sabun, deterjen, cairan pembersih, atau hand sanitizer yang terlalu sering juga dapat membuat kuku dan kulit sekitar kuku menjadi lebih kering. Jika dibiarkan, kuku bisa terasa lebih lemah dan mudah pecah.
Kondisi tertentu seperti gangguan tiroid, anemia, infeksi jamur, atau masalah kulit di sekitar kuku juga bisa memengaruhi kesehatan kuku. Jika perubahan kuku berlangsung lama, semakin parah, atau disertai nyeri dan perubahan warna, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Merawat kuku tidak harus dimulai dari langkah yang rumit. Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu kuku tetap lebih kuat dan sehat dalam jangka panjang.
Kebiasaan kecil seperti ini dapat membantu kuku dirawat dari dua sisi, yaitu lewat nutrisi yang cukup dan perlindungan dari kebiasaan harian yang membuat kuku mudah rapuh.
Kuku mudah patah memang tidak selalu menjadi tanda kekurangan nutrisi, tetapi kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh perlu diperhatikan lebih menyeluruh.
Mulai dari pola makan, hidrasi, kebiasaan mencuci tangan, hingga perlindungan kuku saat beraktivitas, semuanya dapat memengaruhi kekuatan dan kenyamanan kuku sehari-hari.
Bagi Millway, wellness bukan hanya tentang perubahan besar, tetapi juga tentang membaca sinyal kecil dari tubuh dan merawatnya lewat kebiasaan yang lebih sadar, konsisten, dan realistis.