Mikroplastik kini tidak hanya ditemukan di laut, tanah, atau udara. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil ini juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, hingga udara yang kita hirup.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan mikroplastik mungkin berkaitan dengan kesehatan jantung. Pasien yang mengalami serangan jantung ditemukan lebih sering memiliki mikroplastik atau nanoplastik di dalam darah dibandingkan kelompok lainnya.
Meski belum dapat membuktikan bahwa mikroplastik menjadi penyebab langsung serangan jantung, temuan ini menambah bukti bahwa faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Mikroplastik adalah pecahan plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang berasal dari penguraian berbagai produk plastik, seperti botol minuman, kemasan makanan, pakaian sintetis, dan ban kendaraan.
Ada pula nanoplastik yang memiliki ukuran jauh lebih kecil. Karena ukurannya, partikel ini diduga lebih mudah masuk ke dalam aliran darah dan jaringan tubuh.
Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menganalisis sampel darah dari 61 orang dewasa yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah jantung di tiga rumah sakit di Italia.
Dari seluruh peserta, 19 orang mengalami serangan jantung, 22 orang didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner kronis, dan 22 orang memiliki pembuluh darah koroner yang normal.
Kelompok pasien serangan jantung juga ditemukan memiliki jenis dan konsentrasi mikroplastik yang lebih tinggi, terutama pada area penyumbatan pembuluh darah.
Penelitian ini baru menunjukkan adanya hubungan antara mikroplastik dan serangan jantung, bukan hubungan sebab-akibat.
Jumlah peserta dalam penelitian juga masih relatif sedikit sehingga dibutuhkan penelitian berskala lebih besar untuk memastikan pengaruh mikroplastik terhadap kesehatan jantung.
Namun, sejumlah penelitian laboratorium dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mikroplastik dapat memicu stres oksidatif, peradangan, dan gangguan fungsi pembuluh darah.
Pada penelitian tersebut, peserta dengan kadar mikroplastik lebih tinggi juga memiliki penanda peradangan yang lebih tinggi di pembuluh darah koroner.
Para peneliti menduga paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat memicu peradangan ringan pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini berpotensi membuat plak di dalam arteri menjadi tidak stabil.
Jika plak pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menghambat aliran darah menuju jantung sehingga memicu serangan jantung. Namun, mekanisme ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Penelitian juga menemukan bahwa seluruh peserta yang merokok dan memiliki paparan tinggi terhadap PM2.5 terdeteksi memiliki mikroplastik dalam darah.
PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Asap rokok dan polusi udara diduga dapat membawa mikroplastik sekaligus memicu peradangan pada paru-paru.
Kondisi tersebut dapat membuat partikel berukuran sangat kecil lebih mudah berpindah dari paru-paru menuju aliran darah.
Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui beberapa cara, antara lain:
Karena mikroplastik sudah tersebar luas di lingkungan, paparan terhadap partikel ini sulit dihindari sepenuhnya.
Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari:
Walaupun mikroplastik sedang banyak diteliti, langkah yang paling terbukti membantu mengurangi risiko serangan jantung tetaplah menjaga pola hidup sehat.
Temuan terbaru ini belum membuktikan bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan serangan jantung. Penelitian dengan jumlah peserta yang lebih besar masih dibutuhkan untuk memahami dampaknya dalam jangka panjang.
Meski demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh kolesterol, tekanan darah, dan diabetes. Faktor lingkungan, seperti polusi udara, asap rokok, dan paparan mikroplastik, juga perlu diperhatikan.
Bagi Millway, menjaga kesehatan berarti memperhatikan kebiasaan sehari-hari sekaligus lingkungan di sekitar kita. Mengurangi penggunaan plastik, menjaga kualitas udara, dan menerapkan pola hidup sehat dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan jantung dan Unlock Your Best Life.
Sumber: Cathy Nelson. Microplastics Are in Our Bodies. Are They Playing a Role in Heart Attacks?. Health, 27 Juli 2026; European Heart Journal, 2026.