Berangkat kerja masih merasa fresh, rambut rapi, dan kulit terlihat baik-baik saja. Tapi menjelang sore, wajah mulai terasa lebih kusam, kulit kering atau justru berminyak, mata terlihat lelah, dan rambut terasa lebih lepek.
Fenomena ini belakangan ramai disebut sebagai “office air theory” di media sosial. Teorinya, udara kantor dianggap menjadi penyebab penampilan berubah setelah beberapa jam berada di dalam ruangan.
Namun, office air theory bukan istilah medis atau konsep yang sudah terbukti secara ilmiah. Para ahli menilai perubahan tersebut lebih mungkin terjadi karena kombinasi kondisi ruangan, kurang minum, stres, screen time, produksi minyak alami kulit, dan kelelahan sepanjang hari.
Banyak ruang kantor menggunakan pendingin udara selama berjam-jam. Lingkungan dengan kelembapan rendah dapat membuat air pada permukaan kulit lebih mudah menguap sehingga kulit terasa kering, tertarik, gatal, atau lebih mudah mengalami iritasi.
Kondisi kulit yang kering juga bisa membuat makeup terlihat kurang rata atau lebih mudah menempel pada area tertentu.
Di sisi lain, kulit tetap memproduksi minyak secara alami sepanjang hari. Karena itu, seseorang bisa mengalami kombinasi kulit yang terasa kering pada beberapa bagian tetapi terlihat lebih berminyak pada area lain menjelang sore.
Ventilasi yang kurang baik dapat membuat debu, alergen, partikel, atau zat iritan lebih mudah menumpuk di dalam ruangan.
Pada orang dengan kulit sensitif, alergi, atau mata yang mudah iritasi, kondisi tersebut dapat membuat mata terasa kering atau gatal dan kulit terasa kurang nyaman.
Jika mata terasa tidak nyaman, kita juga cenderung lebih sering mengucek mata atau menyentuh wajah. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat area wajah terlihat lebih lelah dan berpotensi memperburuk iritasi.
Saat sibuk bekerja, minum sering menjadi hal yang terlupakan. Padahal, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi meskipun sebagian besar waktu dihabiskan di ruangan ber-AC.
Dehidrasi ringan dapat berkontribusi pada rasa lelah, sakit kepala, dan penurunan konsentrasi. Ketika tubuh terasa lelah, ekspresi wajah dan area sekitar mata juga bisa terlihat lebih kurang segar.
Kebutuhan cairan tiap orang berbeda, jadi tidak perlu terpaku pada satu angka tertentu. Biasakan minum secara berkala sepanjang hari dan perhatikan rasa haus serta kondisi tubuh.
Bekerja di depan laptop selama berjam-jam dapat menyebabkan digital eye strain. Gejalanya bisa berupa mata kering, mata terasa berat, pandangan lelah, sakit kepala, hingga sulit fokus.
Ketika melihat layar, frekuensi berkedip juga dapat berkurang. Akibatnya, permukaan mata menjadi lebih mudah kering.
Kondisi ini dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah pada sore hari, meskipun penyebabnya bukan semata-mata “udara kantor”.
Deadline, meeting, perjalanan ke kantor, dan tuntutan pekerjaan dapat membuat tingkat stres meningkat sepanjang hari.
Stres tidak selalu langsung terlihat, tetapi dapat memengaruhi kualitas tidur, rasa lelah, kebiasaan menyentuh wajah, pola makan, hingga kondisi kulit pada sebagian orang.
Ditambah dengan kurang istirahat, wajah bisa terlihat lebih lelah, lingkar bawah mata lebih terlihat, atau kulit terasa kurang segar menjelang sore.
Bekerja di dalam ruangan sepanjang hari bukan hanya berkaitan dengan kulit. Duduk terlalu lama dan kurang terpapar cahaya alami juga dapat memengaruhi kebugaran dan ritme tubuh sehari-hari.
Paparan cahaya alami, terutama pada siang hari, membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian yang berperan dalam mengatur waktu tidur dan bangun.
Karena itu, keluar sebentar saat waktu makan siang atau berjalan beberapa menit di luar ruangan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat, selama kualitas udara di luar memungkinkan.
Sebagai istilah medis, office air theory belum memiliki dasar ilmiah khusus. Namun, pengalaman merasa lebih kering, lelah, berminyak, atau kurang segar setelah berjam-jam di kantor tetap masuk akal jika dilihat dari kondisi lingkungan dan kebiasaan selama bekerja.
Udara ber-AC, ventilasi, screen time, stres, kurang minum, dan produksi minyak alami kulit dapat terjadi bersamaan dan membuat penampilan terasa berbeda dibandingkan saat baru memulai hari.
Bagi Millway, workplace wellness bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan. Menjaga cairan tubuh, mengambil jeda dari layar, bergerak secara rutin, dan memperhatikan lingkungan kerja juga menjadi bagian dari menjaga tubuh tetap nyaman sepanjang hari.
Kadang, solusi untuk merasa lebih fresh di sore hari bukan mengganti seluruh skincare routine, tetapi memberi tubuh lebih banyak jeda selama jam kerja.
Sumber: Health.com (2026); U.S. Environmental Protection Agency (EPA) – Indoor Air Quality; American Academy of Ophthalmology – Digital Eye Strain.