Pernah merasa perut penuh, begah, atau kembung setelah makan? Kondisi ini cukup sering dialami, terutama setelah makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan tertentu yang memicu pembentukan gas.
Ketika perut terasa tidak nyaman, sebagian orang mungkin memilih duduk diam atau langsung berbaring sambil menunggu rasa kembung mereda.
Padahal, ada aktivitas sederhana yang bisa dicoba, yaitu jalan kaki santai setelah makan. Gerakan tubuh yang ringan dapat membantu aktivitas saluran pencernaan dan pada sebagian orang mengurangi rasa penuh akibat gas.
Lantas, bagaimana jalan kaki membantu mengurangi perut kembung? Dan berapa lama sebaiknya berjalan setelah makan?
Perut kembung merupakan sensasi penuh, tertekan, atau terasa membesar pada area perut. Kondisi ini dapat terjadi dengan atau tanpa peningkatan ukuran perut yang terlihat.
Salah satu penyebabnya adalah gas yang terbentuk atau tertahan di dalam saluran pencernaan.
Gas tersebut dapat berasal dari udara yang tertelan ketika makan atau minum, serta dari proses fermentasi makanan oleh bakteri di usus.
Beberapa kebiasaan yang dapat berkontribusi terhadap kembung antara lain:
Namun, kembung tidak selalu disebabkan oleh gas berlebih. Kondisi seperti sensitivitas usus, intoleransi makanan, atau gangguan pencernaan tertentu juga dapat berperan.
Saluran pencernaan memiliki gerakan alami yang disebut peristaltik, yaitu kontraksi otot yang membantu mendorong makanan dan isi usus sepanjang saluran pencernaan.
Ketika berjalan kaki, tubuh melakukan aktivitas fisik ringan yang dapat mendukung pergerakan saluran pencernaan.
Gerakan ini berpotensi membantu isi usus dan gas bergerak lebih lancar, sehingga rasa tidak nyaman akibat kembung dapat berkurang pada sebagian orang.
Sebuah penelitian mengenai aktivitas fisik ringan setelah makan pada individu dengan kembung fungsional juga menunjukkan adanya potensi perbaikan gejala pencernaan.
Meski demikian, respons setiap orang dapat berbeda. Jalan kaki bukan cara yang pasti menghilangkan kembung secara langsung, terutama jika keluhannya disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Setelah makan, lambung membutuhkan waktu untuk mengolah makanan sebelum meneruskannya ke usus halus.
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat memengaruhi pergerakan saluran pencernaan, termasuk proses pengosongan lambung pada kondisi tertentu.
Pada sebagian orang, hal ini dapat membantu mengurangi sensasi terlalu penuh atau begah setelah makan.
Namun, manfaatnya tidak selalu sama untuk setiap individu dan tidak berarti semakin cepat berjalan akan semakin baik.
Justru, olahraga berat segera setelah makan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Karena itu, pilih aktivitas dengan intensitas ringan dan nyaman dilakukan.
Gas merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Tubuh biasanya mengeluarkan gas melalui sendawa atau buang angin.
Namun, ketika gas sulit bergerak atau tertahan, perut dapat terasa kencang dan tidak nyaman.
Jalan kaki ringan dapat membantu pergerakan isi saluran pencernaan dan pada sebagian orang mempermudah pengeluaran gas.
Karena itu, jika perut terasa penuh setelah makan, mencoba berjalan santai beberapa menit dapat menjadi pilihan sederhana sebelum kembali duduk bekerja atau beristirahat.
Tetap perlu diingat bahwa rasa kembung dapat memiliki banyak penyebab, sehingga manfaat jalan kaki tidak selalu dirasakan oleh semua orang.
Untuk membantu mengurangi rasa begah, kamu tidak perlu berjalan cepat atau melakukan latihan kardio yang berat.
Sebagai langkah awal, cobalah berjalan santai selama 10–15 menit setelah makan, dengan kecepatan yang tetap membuatmu nyaman berbicara.
Kamu bisa memulainya ketika tubuh sudah terasa nyaman untuk bergerak. Tidak ada aturan bahwa semua orang harus menunggu tepat 10–15 menit sebelum berjalan.
Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain:
Jika baru memulai kebiasaan ini, berjalan selama 5 menit pun boleh menjadi langkah awal. Tingkatkan durasinya secara bertahap sesuai kemampuan dan kenyamanan tubuh.
Selain berjalan kaki, beberapa kebiasaan sederhana berikut juga dapat membantu mengurangi risiko perut kembung:
Jika kembung berkaitan dengan sembelit, mencukupi cairan dan serat sesuai kebutuhan juga dapat membantu. Namun, peningkatan asupan serat yang terlalu cepat justru bisa memperparah gas pada sebagian orang.
Kembung sesekali setelah makan umumnya tidak berbahaya. Namun, keluhan yang sering berulang atau semakin berat sebaiknya tidak diabaikan.
Konsultasikan dengan dokter jika kembung disertai:
Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri perut hebat mendadak, muntah terus-menerus, atau perut membesar disertai tidak bisa buang gas maupun buang air besar.
Jalan kaki dapat membantu keluhan ringan, tetapi bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan untuk gangguan pencernaan yang membutuhkan penanganan medis.
Jalan kaki bukan hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kenyamanan pencernaan.
Saat perut terasa begah setelah makan, mencoba berjalan santai selama beberapa menit mungkin membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Tidak perlu terburu-buru atau mengejar target langkah tertentu. Yang terpenting adalah bergerak sesuai kemampuan dan memperhatikan respons tubuh.
Yuk, mulai biasakan aktivitas fisik ringan setelah makan dan temukan lebih banyak informasi seputar kesehatan pencernaan, nutrisi, dan gaya hidup sehat melalui aplikasi Millway.
Unlock Your Best Life!
Sumber: IDN Times, "Benarkah Jalan Kaki Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung?" (23 Oktober 2026); Gastroenterology and Hepatology from Bed to Bench, "The Effect of a Short-Term Physical Activity After Meals on Gastrointestinal Symptoms in Individuals with Functional Abdominal Bloating: A Randomized Clinical Trial"; UCLA Health, "6 Things You Can Do to Prevent Bloating".