Massa otot sering dikaitkan dengan kekuatan atau bentuk tubuh. Padahal, fungsi otot jauh lebih luas. Otot membantu kita berjalan, berdiri, membawa barang, menjaga keseimbangan, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Seiring bertambahnya usia, massa dan kekuatan otot dapat mengalami penurunan secara bertahap. Karena itu, menjaga kesehatan otot sebaiknya tidak baru dimulai ketika memasuki usia lanjut.
Usia produktif justru menjadi waktu yang baik untuk membangun kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang dapat membantu mempertahankan massa otot dalam jangka panjang.
Otot merupakan jaringan aktif yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Selain membantu menghasilkan gerakan, otot juga berperan dalam metabolisme energi dan membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Massa dan kekuatan otot yang terjaga membantu mendukung kemampuan fisik, mobilitas, keseimbangan, serta kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Karena itu, menjaga otot bukan hanya soal terlihat lebih kuat, tetapi juga bagian dari menjaga fungsi tubuh agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Protein memiliki peran penting dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan otot. Protein menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki dan membentuk kembali jaringan, termasuk setelah aktivitas fisik.
Sumber protein dapat diperoleh dari berbagai makanan, seperti ikan, ayam, telur, susu, tahu, tempe, kedelai, serta kacang-kacangan.
Namun, menjaga massa otot bukan berarti hanya perlu memperbanyak protein. Tubuh tetap membutuhkan energi yang cukup serta asupan karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya dalam jumlah yang seimbang.
Karbohidrat dan lemak berperan sebagai sumber energi bagi tubuh. Jika kebutuhan energi tidak terpenuhi dalam waktu lama, tubuh dapat kesulitan menjalankan berbagai fungsi secara optimal.
Karbohidrat terutama dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi utama saat beraktivitas dan berolahraga. Dengan kebutuhan energi yang tercukupi, protein dapat lebih optimal menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan jaringan tubuh.
Karena itu, menu untuk mendukung kesehatan otot sebaiknya tidak hanya berisi lauk tinggi protein, tetapi tetap memiliki sumber karbohidrat dan komponen makanan lain yang seimbang.
Vitamin dan mineral juga memiliki peran dalam fungsi otot, metabolisme energi, serta berbagai proses tubuh lainnya.
Tidak perlu mengejar satu jenis vitamin atau mineral secara khusus jika tidak ada kebutuhan medis tertentu. Cara yang lebih sederhana adalah mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk sayuran, buah, sumber protein, makanan pokok, serta sumber lemak sehat.
Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, semakin besar peluang tubuh mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan.
Makanan menyediakan bahan baku yang dibutuhkan tubuh, tetapi otot juga membutuhkan stimulus untuk tetap kuat.
Latihan kekuatan atau resistance training menjadi salah satu jenis aktivitas yang paling berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan massa serta kekuatan otot.
Latihan tidak selalu harus dilakukan di gym. Gerakan seperti squat, push-up, latihan menggunakan resistance band, atau latihan beban lainnya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Aktivitas penguatan otot secara rutin juga direkomendasikan sebagai bagian dari pola aktivitas fisik orang dewasa.
Cairan membantu berbagai fungsi tubuh berjalan dengan baik, termasuk saat kita beraktivitas secara fisik.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda tergantung ukuran tubuh, aktivitas, kondisi lingkungan, dan jumlah keringat yang dikeluarkan. Karena itu, biasakan minum secara cukup sepanjang hari dan jangan hanya menunggu sampai merasa sangat haus.
Selain itu, tubuh membutuhkan waktu istirahat dan tidur yang cukup agar proses pemulihan setelah aktivitas fisik dapat berlangsung dengan optimal.
Menjaga massa otot tidak harus dimulai dengan perubahan pola makan yang rumit. Salah satu langkah paling sederhana adalah memperhatikan komposisi makan siang sehari-hari.
Makan siang dapat menjadi kesempatan untuk menggabungkan sumber protein, energi, sayuran, dan zat gizi lain dalam satu menu yang lebih seimbang.
Tidak ada satu menu khusus yang wajib dikonsumsi. Prinsip utamanya adalah membuat komposisi makan lebih lengkap.
Menu tersebut hanya contoh. Jenis makanan dan porsinya tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, ketersediaan bahan, serta pola makan masing-masing.
Menjaga massa otot merupakan proses jangka panjang. Hasilnya tidak ditentukan oleh satu kali makan tinggi protein atau satu sesi latihan, tetapi oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari makan dengan komposisi yang lebih seimbang, memenuhi kebutuhan protein dan energi, aktif bergerak, melakukan latihan kekuatan, minum cukup, serta memberi tubuh waktu untuk pulih.
Bagi Millway, kebiasaan sehat bisa dimulai dari keputusan sederhana setiap hari, termasuk dari pilihan makan siang. Ketika pilihan yang lebih seimbang tersedia dan mudah diterapkan, semakin banyak orang dapat membangun kebiasaan yang mendukung tubuh tetap aktif dan kuat hingga masa mendatang.
Sumber: World Health Organization (WHO) – Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour; American College of Sports Medicine (ACSM) & Academy of Nutrition and Dietetics – Nutrition and Athletic Performance; International Society of Sports Nutrition (ISSN) – Protein and Exercise.