Paparan polusi, stres, asap rokok, sinar ultraviolet, hingga proses metabolisme normal dapat memicu terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Dalam jumlah berlebihan, radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif yang berpotensi merusak sel.
Tubuh sebenarnya memiliki sistem pertahanan antioksidan alami. Namun, asupannya juga perlu didukung melalui pola makan yang kaya buah, sayuran, teh, kopi, kakao, dan bahan pangan nabati lainnya.
Menariknya, antioksidan tidak hanya bisa diperoleh dari makanan padat atau suplemen. Beberapa minuman yang cukup familiar juga mengandung vitamin C, polifenol, flavonoid, antosianin, dan karotenoid yang membantu melindungi sel dari kerusakan.
Meski demikian, label “tinggi antioksidan” bukan berarti suatu minuman otomatis sehat. Tambahan gula, sirup, krimer, dan ukuran porsi tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak tertutup oleh asupan gula dan kalori berlebihan.
Antioksidan merupakan senyawa yang membantu menetralkan radikal bebas. Senyawa ini berperan dalam menjaga keseimbangan sel dan mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif.
Vitamin C, flavonoid, karotenoid, antosianin, dan polifenol merupakan beberapa jenis antioksidan yang banyak ditemukan dalam bahan pangan nabati. Manfaatnya akan lebih optimal jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan hanya mengandalkan satu minuman tertentu.
Matcha dibuat dari daun teh hijau yang ditanam di tempat teduh, kemudian digiling menjadi bubuk halus. Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, kandungan senyawa aktifnya cenderung lebih terkonsentrasi dibandingkan teh hijau seduh biasa.
Matcha mengandung polifenol, vitamin C, dan katekin, termasuk epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
Matcha dapat dinikmati hangat, dingin, dicampur susu, atau ditambahkan ke dalam smoothie. Untuk pilihan yang lebih seimbang, batasi tambahan gula, krimer manis, dan sirup perasa.
Teh hitam berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, yaitu Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan yang menghasilkan rasa lebih kuat serta profil antioksidan yang berbeda.
Teh hitam mengandung theaflavin dan thearubigin, dua jenis polifenol yang membantu melindungi sel. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi teh dengan dukungan terhadap kesehatan jantung.
Kamu bisa menikmatinya tanpa gula, dengan sedikit susu, atau dalam bentuk es teh tawar. Tambahan irisan lemon dapat memberikan rasa segar tanpa harus menggunakan banyak pemanis.
Kopi bukan hanya sumber kafein, tetapi juga salah satu sumber antioksidan yang umum dikonsumsi. Kopi mengandung berbagai polifenol, termasuk asam klorogenat, ferulat, dan kafeat.
Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan dukungan terhadap metabolisme serta risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit kronis. Namun, manfaat tersebut tidak berarti semua jenis kopi memiliki efek yang sama.
Kopi dengan banyak gula, krimer, whipped cream, atau sirup dapat mengandung kalori cukup tinggi. Pilih kopi hitam, kopi susu tanpa gula tambahan, atau gunakan pemanis secukupnya.
Perhatikan juga waktu konsumsinya. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, kopi pada sore atau malam hari dapat mengganggu tidur, meningkatkan rasa cemas, atau memicu jantung berdebar.
Warna merah pekat pada delima berasal dari antosianin, yaitu pigmen tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan. Delima juga mengandung vitamin C, flavonoid, dan ellagitannin.
Konsumsi jus delima dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan peningkatan kapasitas antioksidan dalam darah dan penurunan sejumlah penanda stres oksidatif.
Karena jus mengandung lebih sedikit serat dibandingkan buah utuh, konsumsilah dalam porsi wajar. Kamu dapat mencampurkan sedikit jus delima tanpa gula ke air putih, sparkling water, atau smoothie.
Tart cherry atau ceri asam dikenal karena kandungan antosianin dan sianidinnya. Senyawa tersebut memberikan warna merah sekaligus sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Minuman ini juga mengandung sejumlah senyawa yang dikaitkan dengan pemulihan otot dan kualitas tidur, seperti melatonin dan triptofan. Karena itu, jus tart cherry cukup populer di kalangan orang yang aktif berolahraga.
Pilih jus tanpa tambahan gula dan perhatikan porsinya. Minuman ini dapat dinikmati setelah olahraga atau dicampurkan dalam jumlah kecil ke smoothie malam.
Cranberry mengandung flavan-3-ol, antosianin, dan proantosianidin atau PAC. Senyawa PAC dikenal dapat membantu mengurangi kemampuan bakteri tertentu menempel pada dinding saluran kemih.
Namun, jus cranberry kemasan sering kali diberi banyak gula untuk menyeimbangkan rasa asamnya. Karena itu, periksa label nutrisi dan pilih produk tanpa tambahan gula bila tersedia.
Kamu dapat mencampurkan sedikit jus cranberry ke air soda, smoothie, atau jus sitrus agar rasanya lebih ringan.
Cokelat panas tidak selalu harus menjadi minuman tinggi gula. Kakao murni mengandung flavonoid, katekin, antosianin, dan proantosianidin yang membantu melindungi sel.
Senyawa flavonoid dalam kakao juga dikaitkan dengan dukungan terhadap fungsi pembuluh darah dan kesehatan jantung. Namun, manfaatnya akan berbeda jika kakao dicampur dengan gula dan krimer dalam jumlah besar.
Untuk versi yang lebih seimbang, gunakan bubuk kakao murni, susu atau susu nabati tanpa gula, lalu tambahkan pemanis secukupnya.
Smoothie dapat menjadi cara praktis untuk menggabungkan beberapa sumber antioksidan dalam satu minuman. Buah beri kaya akan antosianin, sedangkan sayuran hijau tua mengandung karotenoid dan berbagai vitamin.
Agar lebih lengkap, padukan buah dan sayur dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti Greek yoghurt, susu, selai kacang tanpa gula, chia seed, atau protein powder sesuai kebutuhan.
Hindari memasukkan terlalu banyak buah, jus, madu, dan sirup sekaligus. Smoothie tetap dapat mengandung gula dan kalori tinggi apabila komposisinya tidak diperhatikan.
Jeruk, lemon, dan grapefruit merupakan sumber vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Vitamin C juga mendukung fungsi imun, pembentukan kolagen, serta penyerapan zat besi dari makanan.
Jus sitrus dapat membantu menambah asupan vitamin C, tetapi buah utuh tetap menjadi pilihan yang lebih baik karena kandungan seratnya lebih tinggi.
Jika memilih jus, gunakan buah segar tanpa tambahan gula dan batasi porsinya. Grapefruit juga dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, sehingga orang yang menjalani pengobatan rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum sering mengonsumsinya.
Sebuah minuman dapat mengandung antioksidan sekaligus tinggi gula. Hal ini sering ditemukan pada kopi susu, matcha latte, minuman cokelat, jus kemasan, dan smoothie komersial.
Karena itu, perhatikan beberapa hal berikut:
Tubuh tidak membutuhkan sembilan minuman tersebut sekaligus. Setiap jenis minuman mengandung profil antioksidan yang berbeda, sehingga variasi jauh lebih penting daripada bergantung pada satu pilihan yang dianggap paling sehat.
Kamu dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti mengganti es teh manis dengan teh tawar, memilih kopi dengan lebih sedikit gula, atau membuat smoothie dengan komposisi buah, sayur, dan protein yang lebih seimbang.
Bagi Millway, detox bukan tentang mencari satu minuman yang dapat “membersihkan” tubuh secara instan. Detox adalah proses membangun pilihan yang lebih sadar, mengurangi asupan yang berlebihan, dan memberikan tubuh nutrisi berkualitas secara konsisten. Mulailah dari satu perubahan sederhana untuk Unlock Your Best Life bersama Millway.
Sumber: Jillian Kubala, RD. 9 Drinks That Can Help You Get More Antioxidants Every Day. Health, 16 Desember 2025; National Center for Complementary and Integrative Health, Antioxidants: In Depth; Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source; National Institutes of Health Office of Dietary Supplements, Vitamin C Fact Sheet for Consumers.