Unduh App
Beranda
Informasi

Voucher & Diskon

Acara & Kegiatan

Knowledge Hub

Tentang Kami

Tentang Millway

Manfaat Menjadi Member

Tanya Jawab

Hubungi Kami

Kebijakan Privasi

Bantuan Dokter

Janji Temu Dokter

Tanya Dokter

Produk
Vila & Apt.
Tiket
Mitra
Akun Ku
Masuk
Daftar
Edukasi

Sering Sakit Kepala di Jam yang Sama Setiap Hari? Jangan Dianggap Sepele, Cari Tahu Penyebabnya

Ditulis oleh Millway Wellness Team • 31 Jul 2026 (Jumat.)

Pernah merasa sakit kepala selalu muncul pada jam yang hampir sama setiap hari? Misalnya setiap pagi setelah bangun tidur, menjelang sore, atau bahkan tengah malam.

Banyak orang menganggap kondisi ini hanya kebetulan. Padahal, dalam beberapa kasus, pola sakit kepala yang berulang pada waktu tertentu dapat berkaitan dengan jam biologis tubuh atau circadian rhythm.

Meski tidak semua sakit kepala memiliki penyebab yang sama, mengenali polanya dapat membantu menemukan pemicu sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Mengapa Sakit Kepala Bisa Terjadi di Jam yang Sama?

Penelitian menunjukkan bahwa migrain dan cluster headache sering kali memiliki hubungan dengan sistem pengatur waktu alami tubuh atau circadian rhythm. Sistem ini mengatur berbagai fungsi penting, seperti siklus tidur dan bangun, suhu tubuh, hingga produksi hormon.

Saat ritme biologis mengalami perubahan atau terdapat gangguan pada mekanisme tertentu di otak, sakit kepala dapat muncul pada waktu yang relatif sama setiap hari.

Apa Itu Jam Biologis Tubuh?

Jam biologis atau circadian rhythm merupakan sistem internal yang membantu tubuh mengetahui kapan waktunya tidur, bangun, merasa lapar, maupun memproduksi hormon tertentu.

Sistem ini sangat dipengaruhi oleh paparan cahaya, pola tidur, aktivitas harian, dan hormon seperti melatonin serta kortisol. Ketika ritme ini terganggu, berbagai fungsi tubuh dapat ikut terpengaruh, termasuk munculnya sakit kepala.

Hubungan Hipotalamus dengan Sakit Kepala

Para peneliti menduga bahwa hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengatur tidur, rasa lapar, suhu tubuh, dan jam biologis, juga berperan dalam munculnya migrain maupun cluster headache.

Aktivitas hipotalamus diketahui meningkat pada awal serangan kedua jenis sakit kepala tersebut. Hal inilah yang diduga menyebabkan sebagian orang mengalami sakit kepala pada waktu yang hampir sama setiap hari.

Migrain dan Cluster Headache, Apa Bedanya?

Meski sama-sama menyebabkan nyeri kepala, migrain dan cluster headache merupakan dua kondisi yang berbeda.

  • Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari dan nyerinya bisa berpindah atau dirasakan di berbagai bagian kepala.
  • Cluster headache biasanya berlangsung sekitar 30–90 menit, muncul sangat hebat di satu sisi kepala, terutama di sekitar mata atau pelipis, dan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari.
  • Migrain umumnya datang satu kali dalam satu episode, sedangkan cluster headache dapat muncul berulang hingga delapan kali dalam sehari.
Apa yang Bisa Menjadi Pemicu?

Selain faktor genetik, beberapa kondisi dapat memengaruhi ritme biologis tubuh dan memicu sakit kepala, antara lain:

  • Kurang tidur atau jadwal tidur yang tidak teratur.
  • Bekerja dengan sistem shift, terutama shift malam.
  • Paparan cahaya yang berubah drastis.
  • Stres berkepanjangan.
  • Riwayat migrain atau cluster headache dalam keluarga.
  • Kebiasaan merokok, yang diketahui meningkatkan risiko cluster headache.
Bagaimana Cara Mencegahnya?

Tidak semua sakit kepala dapat dicegah sepenuhnya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi frekuensi kemunculannya:

  • Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi atau olahraga ringan.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Jangan melewatkan waktu makan.
  • Catat waktu munculnya sakit kepala untuk membantu mengenali pola dan pemicunya.
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter bila telah didiagnosis migrain atau cluster headache.
Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila sakit kepala:

  • Baru pertama kali muncul setelah usia 50 tahun.
  • Terjadi setelah benturan pada kepala.
  • Membangunkan dari tidur atau semakin berat pada pagi hari.
  • Disertai demam, gangguan penglihatan, bicara pelo, kelemahan anggota tubuh, hilang keseimbangan, atau penurunan kesadaran.
  • Terasa sangat hebat secara tiba-tiba atau menjadi sakit kepala terparah yang pernah dialami.
  • Terjadi hampir setiap hari tanpa penyebab yang jelas.
Kenali Polanya, Jangan Abaikan Gejalanya

Sakit kepala yang berulang pada jam yang sama tidak selalu menandakan kondisi serius. Namun, pola tersebut bisa menjadi petunjuk penting mengenai bagaimana tubuh bekerja dan apa yang mungkin menjadi pemicunya.

Jika keluhan terus berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bagi Millway, memahami sinyal yang diberikan tubuh merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Mengenali pola sakit kepala sejak dini dapat membantu menemukan pemicu, mengurangi kekambuhan, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik dalam perjalanan Unlock Your Best Life.

Sumber: Brian Mastroianni. Why Do You Get Daily Headaches at the Same Time?. Health, diperbarui 25 Januari 2026.

Baca Juga

Keranjang Belanja