Unduh App
Beranda
Informasi

Voucher & Diskon

Acara & Kegiatan

Knowledge Hub

Tentang Kami

Tentang Millway

Manfaat Menjadi Member

Tanya Jawab

Hubungi Kami

Kebijakan Privasi

Bantuan Dokter

Janji Temu Dokter

Tanya Dokter

Produk
Vila & Apt.
Tiket
Mitra
Akun Ku
Masuk
Daftar
Weight Gain

Setelah Olahraga, Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Tubuh untuk Recovery?

Ditulis oleh Millway Wellness Team • 26 Sep 2026 (Sabtu.)

Selesai olahraga bukan berarti proses kerja tubuh ikut selesai. Justru setelah aktivitas fisik, tubuh mulai memperbaiki jaringan otot, mengisi kembali cadangan energi, dan mengganti cairan yang hilang selama bergerak.

Karena itu, recovery bukan cuma soal rebahan atau tidur lebih lama. Asupan makanan, cairan, waktu istirahat, hingga intensitas latihan ikut menentukan bagaimana tubuh kembali siap untuk aktivitas berikutnya.


Kenapa Tubuh Membutuhkan Recovery Setelah Olahraga?

Saat berolahraga, terutama latihan dengan intensitas sedang hingga tinggi, tubuh menggunakan simpanan energi berupa glikogen dan memberikan stimulus pada jaringan otot.

Setelahnya, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tersebut. Proses ini penting bukan hanya untuk mengurangi rasa lelah, tetapi juga agar tubuh bisa beradaptasi dengan latihan yang dilakukan.

Recovery yang kurang optimal dapat membuat tubuh terasa lebih lelah, performa menurun, atau membuat sesi latihan berikutnya terasa lebih berat.


1. Protein untuk Mendukung Pemulihan Otot

Protein menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membantu memperbaiki dan membentuk kembali jaringan otot setelah berolahraga.

Kebutuhannya tidak harus dipenuhi dari suplemen. Sumber protein seperti telur, ayam, ikan, susu, yoghurt, tahu, tempe, dan berbagai sumber protein lainnya juga dapat menjadi pilihan.

Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan protein harian terpenuhi secara cukup dan tersebar dalam pola makan sehari-hari, bukan hanya berfokus pada satu kali makan setelah latihan.


2. Karbohidrat Membantu Mengisi Kembali Energi

Karbohidrat sering dianggap hanya penting sebelum olahraga. Padahal, setelah aktivitas fisik, karbohidrat juga berperan dalam membantu mengisi kembali cadangan glikogen yang digunakan saat latihan.

Sumbernya bisa berasal dari nasi, kentang, roti, oatmeal, buah, atau makanan pokok lain yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Untuk aktivitas ringan, kebutuhan ini biasanya dapat terpenuhi dari pola makan normal. Namun, pada latihan berdurasi panjang, intensitas tinggi, atau latihan berulang dalam waktu berdekatan, kebutuhan pengisian energi menjadi lebih penting.


3. Cairan dan Elektrolit Juga Perlu Diganti

Selama berolahraga, tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Bersamaan dengan itu, tubuh juga kehilangan elektrolit, terutama natrium.

Jumlah cairan yang dibutuhkan setelah latihan berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh durasi olahraga, intensitas, suhu lingkungan, serta seberapa banyak seseorang berkeringat.

Untuk olahraga ringan atau berdurasi singkat, air putih umumnya sudah cukup membantu mengganti cairan. Namun, pada aktivitas yang lebih lama, intens, atau menyebabkan banyak keringat, kebutuhan cairan dan elektrolit mungkin perlu diperhatikan lebih lanjut.


4. Tidur Punya Peran Besar dalam Proses Recovery

Makanan dan minuman bukan satu-satunya bagian dari recovery. Tidur juga menjadi waktu penting bagi tubuh untuk menjalankan berbagai proses pemulihan.

Kurang tidur dapat memengaruhi energi, konsentrasi, koordinasi, suasana hati, dan performa saat berolahraga. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini juga dapat membuat tubuh terasa lebih sulit pulih setelah latihan.

Karena itu, program olahraga yang baik seharusnya tidak hanya mengatur kapan harus berlatih, tetapi juga memberi tubuh waktu untuk tidur dan beristirahat dengan cukup.


5. Jangan Abaikan Hari Istirahat

Olahraga lebih sering tidak selalu berarti hasilnya akan lebih baik. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan stimulus latihan, terutama setelah aktivitas yang cukup berat.

Hari istirahat tidak selalu berarti harus berhenti bergerak sepenuhnya. Aktivitas ringan seperti berjalan santai, stretching, atau aktivitas dengan intensitas rendah dapat menjadi pilihan sesuai kondisi tubuh.

Yang penting, hindari memaksakan latihan berat ketika tubuh masih terasa sangat lelah atau belum pulih dari sesi sebelumnya.


Apa yang Bisa Dimakan Setelah Olahraga?

Tidak perlu mencari menu yang terlalu rumit. Kombinasi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein sudah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar setelah olahraga.

  • Nasi + ayam atau ikan + sayuran.
  • Roti gandum + telur + buah.
  • Oatmeal + susu atau yoghurt + buah.
  • Kentang + telur + sayuran.
  • Nasi + tahu atau tempe + sayuran.

Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan energi, jenis olahraga, tujuan latihan, kondisi kesehatan, dan pola makan secara keseluruhan.


Recovery Bukan Cuma soal Satu Makanan atau Minuman

Tidak ada satu makanan, minuman, atau suplemen yang bisa menggantikan seluruh proses recovery. Tubuh membutuhkan kombinasi antara nutrisi yang cukup, hidrasi, tidur, serta waktu istirahat.

Untuk olahraga ringan, kebutuhan recovery biasanya dapat dipenuhi melalui pola makan sehari-hari yang seimbang. Sementara untuk latihan intens, olahraga ketahanan, atau program latihan tertentu, kebutuhan nutrisi dapat berbeda dan perlu disesuaikan secara individual.

Bagi Millway, recovery merupakan bagian penting dari gaya hidup aktif. Bukan hanya tentang seberapa keras kita berlatih, tetapi juga bagaimana kita memberi tubuh nutrisi dan waktu yang dibutuhkan untuk kembali siap bergerak.


Sumber: American College of Sports Medicine (ACSM); International Society of Sports Nutrition (ISSN); Academy of Nutrition and Dietetics.

Baca Juga

Keranjang Belanja