Mendengar kata katarak, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan gangguan penglihatan yang dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, katarak tidak selalu terjadi ketika seseorang sudah berusia lanjut.
Dalam kondisi tertentu, katarak juga bisa muncul pada usia muda. Gangguan ini dapat membuat penglihatan menjadi buram, warna terlihat kurang jelas, hingga menyebabkan seseorang lebih sensitif terhadap cahaya.
Lalu, mengapa katarak bisa terjadi pada usia muda? Apakah ada kebiasaan atau kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan risikonya?
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Lensa mata berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina agar kita dapat melihat dengan jelas.
Ketika lensa mengalami kekeruhan, cahaya tidak dapat diteruskan dan difokuskan sebagaimana mestinya. Akibatnya, penglihatan dapat terasa seperti melihat melalui kaca yang berkabut.
Sebagian besar kasus katarak berkaitan dengan proses penuaan. Namun, perubahan pada lensa mata juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, penyakit tertentu, cedera, penggunaan obat-obatan, dan paparan lingkungan.
1. Diabetes yang Tidak Terkontrol
Diabetes merupakan salah satu kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko katarak, termasuk pada usia muda. Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan proses metabolisme di dalam lensa mata sehingga berkontribusi terhadap terbentuknya kekeruhan.
2. Penggunaan Obat Kortikosteroid Jangka Panjang
Penggunaan obat kortikosteroid dalam dosis atau durasi tertentu dapat meningkatkan risiko terbentuknya jenis katarak tertentu. Obat ini biasanya digunakan untuk menangani kondisi peradangan, alergi, atau penyakit autoimun.
Namun, bukan berarti setiap pengguna kortikosteroid pasti mengalami katarak. Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
3. Cedera atau Trauma pada Mata
Benturan keras, luka akibat benda tajam, atau cedera lainnya dapat merusak struktur lensa dan menyebabkan katarak traumatik. Kondisi ini bisa muncul segera setelah cedera atau berkembang beberapa waktu kemudian.
4. Paparan Sinar Ultraviolet (UV)
Paparan sinar ultraviolet dari matahari dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko katarak. Karena itu, penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UVA dan UVB dapat membantu melindungi mata ketika beraktivitas di luar ruangan.
5. Kebiasaan Merokok
Merokok berkaitan dengan peningkatan risiko katarak. Paparan zat berbahaya dari rokok dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan jaringan tubuh, termasuk lensa mata.
6. Faktor Genetik dan Kondisi Medis Tertentu
Sebagian orang memiliki risiko katarak lebih tinggi karena faktor keturunan atau kondisi bawaan. Katarak bahkan dapat ditemukan sejak bayi lahir atau berkembang pada masa anak-anak. Peradangan pada mata, riwayat operasi mata, dan paparan radiasi tertentu juga dapat meningkatkan risiko.
Katarak umumnya berkembang secara bertahap sehingga perubahan penglihatan pada awalnya mungkin tidak terlalu terasa. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami katarak. Gangguan penglihatan lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa sehingga diperlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata.
Penggunaan ponsel, laptop, dan perangkat digital sering dikaitkan dengan berbagai keluhan pada mata. Menatap layar terlalu lama memang dapat menyebabkan mata lelah, kering, atau penglihatan terasa kabur untuk sementara waktu.
Namun, belum ada bukti kuat bahwa penggunaan layar digital sehari-hari secara langsung menyebabkan katarak. Kelelahan mata akibat aktivitas digital berbeda dengan kekeruhan lensa yang terjadi pada katarak.
Untuk membantu mengurangi kelelahan mata, kamu bisa menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama minimal 20 detik.
Tidak semua jenis katarak dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor genetik atau kondisi bawaan. Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi faktor risiko yang bisa dikendalikan:
Jika katarak masih ringan, dokter mungkin menyarankan penyesuaian kacamata, pencahayaan yang lebih baik, atau pemantauan berkala untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Namun, langkah tersebut tidak menghilangkan kekeruhan pada lensa. Operasi katarak merupakan penanganan yang terbukti efektif untuk mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan.
Keputusan mengenai waktu operasi bergantung pada tingkat gangguan penglihatan, kondisi mata, dan kebutuhan pasien. Hingga saat ini, obat tetes, suplemen, atau ramuan tertentu belum terbukti dapat menghilangkan katarak yang sudah terbentuk.
Jika penglihatan mulai buram, semakin silau saat melihat cahaya, atau mengalami kesulitan beraktivitas akibat perubahan penglihatan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.
Jangan menunggu hingga keluhan menjadi berat, terutama jika memiliki diabetes, riwayat cedera mata, atau faktor risiko lainnya.
Perlu diingat, katarak biasanya berkembang secara perlahan. Jika penglihatan tiba-tiba hilang, muncul nyeri mata hebat, kilatan cahaya, atau bayangan seperti tirai yang menutupi penglihatan, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan masalah mata yang membutuhkan penanganan darurat.
Katarak memang lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, tetapi bukan berarti orang yang masih muda sepenuhnya terbebas dari risikonya.
Mengenali perubahan penglihatan, memahami faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan ketika diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga fungsi penglihatan dalam jangka panjang.
Bagi Millway, menjaga kesehatan berarti memberikan perhatian pada seluruh bagian tubuh, termasuk mata yang kita gunakan setiap hari. Mulai dari melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari rokok, hingga mengelola kondisi kesehatan dengan baik, kebiasaan sederhana dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kualitas hidup yang lebih baik.
Referensi topik: Kompas.com, "Tak Hanya Menyerang Lansia, Waspadai Penyebab Katarak di Usia Muda". Artikel ini merupakan pengembangan edukatif berdasarkan topik tersebut.