Matcha kini menjadi salah satu minuman favorit banyak orang. Mulai dari matcha latte yang creamy hingga matcha tanpa gula, minuman berwarna hijau ini semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Selain kaya antioksidan, matcha juga sering dikaitkan dengan manfaat untuk metabolisme dan pengelolaan berat badan. Bahkan, ada yang percaya bahwa rutin minum matcha dapat membantu membakar lemak lebih cepat.
Namun, benarkah minum matcha setiap hari bisa membuat berat badan turun? Atau manfaatnya tidak sebesar yang dibayangkan?
Yuk, cari tahu fakta ilmiahnya!
Matcha merupakan jenis teh hijau yang diolah menjadi bubuk halus. Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh kemudian disaring, matcha dikonsumsi bersama bubuk daun tehnya.
Matcha mengandung berbagai senyawa alami, termasuk antioksidan, kafein, dan L-theanine.
Salah satu antioksidan utamanya adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu senyawa dari kelompok katekin yang banyak diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan metabolisme.
Kombinasi EGCG dan kafein inilah yang membuat matcha menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan pengelolaan berat badan.
Menurut artikel Health.com, kandungan kafein dan EGCG dalam matcha berpotensi mendukung beberapa proses metabolisme tubuh. Namun, sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian mengenai teh hijau atau ekstraknya, sehingga efek khusus matcha terhadap berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.
1. Berpotensi Meningkatkan Metabolisme
Kafein dalam matcha dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh untuk sementara waktu. EGCG juga diteliti karena kemungkinan dapat bekerja bersama kafein dalam memengaruhi metabolisme.
Meski demikian, peningkatan metabolisme tersebut tidak otomatis menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang.
2. Dapat Mendukung Proses Pembakaran Lemak
Matcha mengandung senyawa yang berpotensi meningkatkan oksidasi lemak, yaitu proses ketika tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Namun, meningkatnya oksidasi lemak tidak selalu berarti lemak tubuh akan berkurang. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan digunakan tubuh.
3. Berpotensi Mendukung Sensitivitas Insulin
Sensitivitas insulin merupakan kemampuan sel tubuh untuk merespons hormon insulin, yang berperan dalam mengatur kadar gula darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam teh hijau mungkin berkaitan dengan perbaikan sensitivitas insulin. Namun, manfaat tersebut belum dapat dipastikan hanya dari kebiasaan minum matcha sehari-hari.
4. Mungkin Memengaruhi Nafsu Makan
Kafein dan katekin dalam teh hijau juga diteliti karena potensinya dalam memengaruhi rasa lapar dan kenyang.
Walaupun demikian, bukti mengenai kemampuan matcha untuk menekan nafsu makan masih terbatas dan belum konsisten. Karena itu, matcha tidak dapat diandalkan sebagai pengganti pola makan yang seimbang.
5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Usus
Senyawa dalam matcha juga sedang diteliti karena kemungkinan dapat memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan.
Mikrobioma usus berperan dalam berbagai proses kesehatan, termasuk pencernaan dan metabolisme. Namun, belum dapat disimpulkan bahwa perubahan mikrobioma akibat konsumsi matcha secara langsung menyebabkan penurunan berat badan.
Selain manfaat metabolisme, matcha juga pernah diteliti dalam kaitannya dengan aktivitas fisik.
Sebuah uji coba terkontrol secara acak pada 2023 menemukan hubungan antara konsumsi matcha dengan berkurangnya kelelahan serta adaptasi otot yang lebih baik setelah latihan beban.
Temuan ini menarik karena aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pengelolaan berat badan.
Namun, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa matcha secara langsung menyebabkan penurunan berat badan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya.
Jawabannya, belum tentu.
Walaupun matcha mengandung senyawa yang berpotensi mendukung metabolisme, tidak ada bukti kuat bahwa minum matcha saja dapat menghasilkan penurunan berat badan yang besar dan bertahan lama.
Menurut ahli gizi Stacey Woodson yang dikutip Health.com, penurunan berat badan yang sehat lebih baik didukung oleh pola makan seimbang, hidrasi yang cukup, dan aktivitas fisik teratur.
Matcha dapat dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup sehat, tetapi bukan minuman ajaib yang dapat menggantikan kebiasaan tersebut.
Salah satu hal penting yang sering terlupakan adalah cara penyajian matcha.
Matcha yang diseduh menggunakan air tanpa tambahan gula umumnya rendah kalori. Sebaliknya, matcha latte dengan tambahan susu, sirup, gula, atau topping manis dapat memiliki kandungan kalori yang jauh lebih tinggi.
Jika sedang berusaha mengelola berat badan, beberapa tips berikut dapat diterapkan:
Bukan berarti matcha latte harus dihindari sepenuhnya. Kamu tetap bisa menikmatinya dengan memperhatikan bahan tambahan dan frekuensi konsumsi.
Menurut ahli gizi Jennifer Nicole Bianchini yang dikutip Health.com, sekitar satu hingga dua sajian matcha per hari dapat menjadi jumlah yang wajar bagi banyak orang dewasa sehat.
Artikel tersebut menyebutkan sekitar setengah hingga satu sendok teh bubuk matcha berkualitas sebagai gambaran konsumsi harian yang moderat.
Namun, kandungan kafein matcha dapat berbeda tergantung jenis produk, jumlah bubuk yang digunakan, dan cara penyajiannya.
Karena itu, perhatikan juga asupan kafein dari kopi, teh, minuman energi, atau sumber lainnya.
Jika baru mulai mengonsumsi matcha, sebaiknya mulai dari jumlah kecil dan perhatikan respons tubuh.
Saat ini, berbagai suplemen menawarkan kandungan ekstrak teh hijau atau antioksidan dalam dosis tinggi.
Namun, kandungan yang lebih pekat tidak selalu berarti manfaat yang lebih besar.
Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi ekstrak teh hijau berkonsentrasi tinggi, terutama dalam bentuk suplemen, dengan risiko gangguan hati.
Karena itu, para ahli gizi yang dikutip Health.com lebih menyarankan konsumsi matcha sebagai minuman dibandingkan mengandalkan suplemen berkonsentrasi tinggi untuk menurunkan berat badan.
Pilih produk dari produsen tepercaya dan hindari klaim yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan.
Matcha umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, beberapa orang perlu memperhatikan kondisi kesehatannya sebelum rutin meminumnya.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan, konsultasikan konsumsi matcha secara rutin dengan tenaga kesehatan.
Rutin minum matcha mungkin memberikan manfaat tertentu berkat kandungan antioksidan, kafein, dan senyawa alami lainnya.
Namun, manfaatnya terhadap penurunan berat badan masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Cara penyajian, jumlah konsumsi, dan kebiasaan sehari-hari tetap menjadi faktor penting.
Bersama Millway, yuk mulai membangun kebiasaan sehat yang realistis dan berkelanjutan. Mulai dari memilih minuman dengan lebih bijak, menjaga pola makan seimbang, hingga rutin bergerak sesuai kemampuan tubuh.
Karena mencapai berat badan yang sehat bukan tentang mencari solusi instan, tetapi tentang konsistensi dalam menjaga kesehatan.
Sumber: Health.com, "What Happens to Your Weight When You Start Drinking Matcha Regularly", Christina Manian, RDN, diterbitkan 2 Januari 2026.