Unduh App
Beranda
Informasi

Voucher & Diskon

Acara & Kegiatan

Knowledge Hub

Tentang Kami

Tentang Millway

Manfaat Menjadi Member

Tanya Jawab

Hubungi Kami

Kebijakan Privasi

Bantuan Dokter

Janji Temu Dokter

Tanya Dokter

Produk
Vila & Apt.
Tiket
Mitra
Akun Ku
Masuk
Daftar
Edukasi

Rambut Mudah Patah atau Terasa Makin Tipis? 8 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Menjaga Kesehatannya

Ditulis oleh Millway Wellness Team • 11 Aug 2026 (Selasa.)

Rambut sehat tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan. Genetik, perubahan hormon, usia, pola makan, hingga kebiasaan sehari-hari juga ikut memengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala.

Memang tidak semua faktor bisa kita kendalikan. Namun, cara mencuci, mengeringkan, menata, dan memperlakukan rambut setiap hari dapat membantu mengurangi kerusakan sekaligus menjaga rambut tetap kuat.

Daripada hanya mengandalkan satu produk, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan rambut secara lebih menyeluruh.

1. Jaga Kebersihan Kulit Kepala

Mencuci rambut secara rutin membantu membersihkan minyak berlebih, keringat, sel kulit mati, dan sisa produk yang menumpuk di kulit kepala.

Frekuensi keramas tidak harus sama untuk setiap orang. Pemilik kulit kepala berminyak atau rambut lurus mungkin perlu keramas setiap hari atau dua hari sekali. Sementara itu, rambut yang lebih kering, tebal, keriting, atau bertekstur biasanya tidak perlu dicuci terlalu sering.

American Academy of Dermatology Association juga menyarankan agar sampo difokuskan pada kulit kepala, bukan digosok kuat ke seluruh batang rambut. Busa yang mengalir saat dibilas sudah cukup membantu membersihkan bagian rambut lainnya.

2. Perlakukan Rambut Basah dengan Lebih Lembut

Rambut menjadi lebih rentan patah ketika basah. Karena itu, hindari menggosok rambut menggunakan handuk setelah keramas.

Cukup bungkus atau tekan rambut secara perlahan menggunakan handuk lembut atau kaus berbahan katun untuk menyerap kelebihan air.

Untuk rambut lurus, biarkan rambut sedikit mengering sebelum menyisirnya dengan sisir bergigi jarang. Sementara itu, rambut keriting atau bertekstur biasanya lebih mudah diurai saat masih lembap.

Saat menemukan rambut kusut, jangan menariknya secara paksa. Gunakan kondisioner atau produk detangling untuk membantu mengurangi gesekan dan risiko rambut patah.

3. Batasi Penggunaan Alat Styling Bersuhu Tinggi

Hair dryer, alat catok, dan alat pengeriting rambut memang praktis untuk menata rambut. Namun, paparan panas berulang dapat mengurangi kelembapan alami rambut sehingga membuatnya lebih kering, kusut, dan mudah patah.

Jika memungkinkan, biarkan rambut mengering secara alami terlebih dahulu sebelum menggunakan alat penata rambut.

Saat harus menggunakan panas, pilih suhu efektif yang paling rendah dan gunakan produk pelindung panas atau heat protectant untuk membantu mengurangi kerusakan.

4. Coba Pijat Kulit Kepala

Pijat kulit kepala menjadi salah satu kebiasaan yang banyak diteliti karena berpotensi meningkatkan aliran darah menuju folikel rambut.

Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara pijat kulit kepala dan pertumbuhan rambut, meskipun bukti yang tersedia masih terbatas dan penelitian lebih lanjut tetap diperlukan.

Tidak ada durasi pasti yang harus dilakukan. Sobat Millway bisa memijat kulit kepala secara perlahan menggunakan ujung jari saat keramas atau beberapa menit ketika rambut dalam kondisi kering.

5. Pastikan Tubuh Mendapat Nutrisi yang Cukup

Perawatan rambut tidak hanya dilakukan dari luar. Rambut sebagian besar tersusun dari protein bernama keratin sehingga kecukupan protein penting untuk mendukung pertumbuhan dan mempertahankan struktur rambut.

Rendahnya kadar zat gizi tertentu seperti vitamin D, zat besi, zinc, dan biotin juga dikaitkan dengan kerontokan pada sebagian orang.

Namun, lebih banyak suplemen tidak selalu berarti lebih baik. Asupan selenium, vitamin A, maupun vitamin E yang berlebihan juga dapat mengganggu pertumbuhan rambut.

Karena itu, utamakan pola makan yang bervariasi dengan sumber protein, sayuran, telur, susu dan produk olahannya, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Jika mencurigai adanya kekurangan zat gizi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.

6. Lindungi Rambut dari Paparan Lingkungan

Sinar ultraviolet, klorin dari kolam renang, dan polusi dapat membuat rambut lebih kering, rapuh, atau bercabang.

Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk membantu melindunginya:

  • Gunakan topi renang ketika berenang di kolam.
  • Bilas rambut segera setelah selesai berenang.
  • Gunakan topi bertepi lebar ketika berada lama di bawah sinar matahari.
  • Gunakan kondisioner secara rutin, terutama jika rambut sering terkena klorin atau mengalami proses pewarnaan.
7. Beri Jeda pada Pewarnaan dan Perawatan Kimia

Pewarnaan, bleaching, pelurusan kimia, dan perming dapat mengubah struktur rambut. Jika terlalu sering dilakukan, rambut menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami kerusakan.

Beri jarak antarperawatan agar rambut memiliki waktu untuk pulih. Artikel Health menyarankan jarak sekitar 10 minggu antartindakan kimia bila memungkinkan.

Hindari pula melakukan beberapa proses kimia sekaligus. Setelah perawatan, penggunaan kondisioner yang lebih intens dapat membantu menjaga kelembapan rambut.

8. Jangan Terlalu Sering Mengikat Rambut dengan Kencang

Kuncir kuda, sanggul, kepang, extensions, atau gaya rambut lain yang terlalu kencang dapat memberikan tarikan terus-menerus pada rambut dan kulit kepala.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tekanan atau tarikan berulang.

Tanda awalnya dapat berupa rambut patah di sekitar garis rambut, kulit kepala terasa nyeri, atau muncul sensasi tertarik dan perih.

“Gaya rambut yang memberikan tarikan terus-menerus dapat merusak rambut dan memicu kerontokan,” tulis American Academy of Dermatology Association dalam panduan perawatan rambut.

Jika gaya rambut mulai terasa sakit, itu bisa menjadi tanda ikatan terlalu kencang. Pilih gaya yang lebih longgar dan beri waktu istirahat di antara penggunaan kepang, extensions, atau gaya rambut serupa.

Rambut Sehat Dibangun dari Kebiasaan yang Konsisten

Tidak ada satu produk yang dapat mengatasi seluruh masalah rambut. Kondisi rambut merupakan hasil dari banyak faktor, mulai dari genetik, hormon, nutrisi, lingkungan, hingga kebiasaan perawatan sehari-hari.

Mulailah dengan langkah sederhana seperti membersihkan kulit kepala sesuai kebutuhan, mengurangi penggunaan panas, menghindari tarikan berlebihan, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Sobat Millway juga perlu memperhatikan perubahan pada rambut. Jika kerontokan terjadi tiba-tiba, semakin berat, menimbulkan area botak, atau disertai keluhan pada kulit kepala, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Kenali kebutuhan tubuh dan bangun kebiasaan perawatan yang sehat untuk Unlock Your Best Life.

Sumber: Lindsay Curtis. 8 Everyday Habits for Stronger, Healthier Hair. Health, diterbitkan 20 Juli 2026; American Academy of Dermatology Association. 10 Hair Care Habits That Can Damage Your Hair.

Baca Juga

Keranjang Belanja